afi.unida.gontor.ac.id.Sebagai mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang juga merangkap amanat untuk menjadi guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dan penjaga di sektor-sektor pondok, Kepedulian para mahasiswa guru terhadap karir akademis mereka perlu ditumbuhkan dengan penciptaan lingkungan yang kondusif dan mendukung bagi mereka.

Pasalnya, ketika berkaitan dengan hal-hal di KMI mereka akan selalu mendapatkan pengarahan yang rutin dari bapak direktur KMI beserta wakilnya hampir di setiap minggu. Semua evaluasi disampaikan ketika perkumpulan wajib mingguan secara runtun, sehingga membuat seluruh guru-guru secara umum selalu memperhatikan peringatan-peringatan tersebut agar tidak terulang kembali.

Baca juga:  Perjuangkan Literasi Online, Mahasiswa AFI Rancang Strategi 

Sedangkan dalam perkara membantu pondok, setiap dari mereka mendapatkan penugasan tertentu sesuai dengan sektor masing-masing. Tugas-tugas tersebut akan selalu menjadi rutinitas keseharian mereka, sebab mereka pun tinggal di dalam satu kamar bersama dengan rekan-rekan guru yang juga berkewajiban sama, yang sekaligus menjadi pengingat mereka terhadap tanggungan-tanggungan yang harus diselesaikan pada bagiannya itu.

Baca juga: Redaktur Senior Majalah Hidayatullah Sebut Pentingnya Generasi Millenial dalam Kajian Worldview 

      Melihat beberapa hal tersebut, maka keuletan dan ketekunan mereka dalam menyukseskan studi harus lebih serius, sebab bila mereka tidak mengambil selangkah lebih maju maka mereka tidak memenuhi kriteria sebagai mahasiswa guru; yang notabene menjadi mahasiswa 100% dan menjadi guru 100%. Belum lagi, ketika hambatan mereka dalam hal perkuliahan tidak berhenti pada hal tersebut saja, tapi juga masalah-masalah lain yang mereka hadapi dalam keseharian mereka.

mahasiswa AFI robithoh bersama dosen-dosen prodi.

      Untuk itulah, pada umumnya seluruh mahasiswa membutuhkan ‘stimulus’ yang akan mendorong semangat serta membantu untuk lebih fokus terhadap beberapa paruh waktu, tenaga, dan bahkan pikiran untuk menunaikan segala bentuk kewajiban yang berkenaan dengan universitas. Salah satunya seperti agenda yang dilaksanakan oleh mahasiswa kampus Rabithah dari prodi Aqidah dan Filsafat Islam pada Kamis (21/2) lalu, yaitu Tausiyah dan buka puasa bersama dengan dosen-dosen prodi.

      Acara tersebut berlangsung sejak sore hari menjelang Maghrib, diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al-Ustadz Muhammad Faqih Nidzom, M.Ud. dan Al-Ustadz Ahmad Farid Saifuddin, M.Ud., sebelum kemudian  menyambung berbuka puasa ketika adzan sudah berkumandang. Setelah itu dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah dan forum sharing antara mahasiswa dan dosen.

      “Pengabdian kepada pondok dalam tiga kewajiban mutlak bagi para mahasiswa guru (mengajar, kuliah, dan membantu pondok) memang sudah tidak terbantahkan, tapi bukan berarti kemudian menjadi gangguan dalam meneruskan studi.”

“Mental juara dalam kuliah tetap harus dibangun, sebab problem utama mahasiswa guru sekarang; baik itu sering terlambat, jarang hadir, maupun kesulitan menyelesaikan tugas tidak lain semuanya disebabkan karena mental berjuang mereka yang tidak serius untuk memperjuangkan perkuliahan.”

“Salah satu yang bisa dijadikan peluang bagi mahasiswa guru dalam menunjang semangat kuliah mereka satu sama lain adalah dengan mengadakan grup feeling bersama beberapa teman seperjuangan mereka. Seiring dengan berjalannya kegiatan, akan muncul jiwa-jiwa kompetitif di antara mereka yang mana nantinya akan memunculkan rasa tidak enak ketika seidikit saja tertinggal dari temannya yang telah jauh melampauinya.”

Baca juga:  Masih Enggan Berdakwah? Baca ini! 

Berikut adalah contoh dari obrolan-obrolan ringan dan sharing singkat antara mahasiswa dengan dosen. Dalam acara ini, forum bebas dibuka dengan komunikasi dua arah, sehingga tidak hanya dosen yang harus menyampaikan ‘apa yang harus dilakukan’, tapi juga ada beberapa limpahan dari mahasiswa khususnya terkait kendala mereka selama perkuliahan berlangsung, sehingga menjadi ‘apa yang sebaiknya dilakukan’.

Dan inilah salah satu yang dapat meningkatkan semangat mahasiswa guru dalam menyelesaikan studinya. Semoga seluruh dari mereka bisa lebih istiqamah dalam menjalankan seluruh kewajiban tersebut.

Penulis: Husain Zahrul Muhsinin/ AFI6
Ed : Nabila Huringiin

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *