Organisasi, Sarana Pendidikan total 24 Jam

Organisasi, Sarana Pendidikan total 24 Jam

afi.unida.gontor.ac.id. Salah satu bentuk pendidikan di Universitas Darusslam Gontor, yaitu melalui Himpunan Mahasiswa Prodi Studi (HMPS). Adanya HMPS merupakan salah satu bentuk sinergi antara sesama mahasiswa program studi khususnya, serta kepada dosen.

Acara Pelantikan Pengurus Baru HMPS ini dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Februari 2019, diselenggarakan di Hall Markaz Sirah UNIDA Gontor, pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa AFI UNIDA semester 2 selaku panitia penyelenggara dan mahasiswa AFI UNIDA semester 4 selaku terlantik. Dengan adanya acara ini diharapkan kepada mahasiswa dapat memahami pentingnya keorganisasian.

Bahkan, lebih jauh lagi mahasiswa dapat belajar bagaimana untuk mengemban amanah secara baik. Acara ini juga bertujuan melanjutkan kepengurusan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini sesuai dengan falsafah hidup Pondok Modern Darussalam Gontor, yaitu:

“Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti”

Serah Terima Mandat Pengurus Lama kepada Pengurus Baru

Fakhri Alwan selaku ketua HMPS lama megingatkan akan pentingnya menjaga kekompakkan sesama Mahasiswa khususnya di dalam HMPS. Tidak luput pula, Happy Johan Saputra selaku ketua HMPS baru menyampaikan bahwa kita semua adalah penanggung jawab HMPS, sehingga semua kegiatannya menjadi tanggungjawab seluruh Mahasiswa AFI.

Al Ustadz Muh. Isom Mudin, M.Ud.

Pada kesempatan kali ini Al-Ustadz Muhammad Isom Mudin, M.Ud. selaku Ketua Program Studi mengingatkan kembali mahasiswa, sudah selayaknya mahasiswa itu berpikir dewasa dengan kemampuannya dalam mengatur diri tanpa instruksi dari luar seperti yang diterapkan pada model pendidikan di tingkat KMI.

Di kesempatan ini Beliau memberi evaluasi kepada mahasiswa perihal degradasi moral mahasiswa saat ini, dan beliau berharap agar mahasiswa AFI dapat menjaga dan meningkatkannya.    

Selaku ketua program studi, beliau menjelaskan pentingnya proses pembelajaran dan pendidikan melalui penugasan dengan sarana organisasi.

Beliau mengibaratkan kaderisasi ini dengan baiat dalam kacamata sufistik, sehingga seluruh kegiatan yang ada adalah konsekuensi dari proses ini.

Konsekuensi ini diharapkan untuk selalu berkembang dengan adanya inovasi, kreasi yang baru dan selalu memegang teguh pada visi dan misi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, dalam mewujudkan pendidikan 24 jam dengan basis akhlak mulia untuk mencapai universitas yang bermutu dan berarti .

Pen : Maulidin dan Hanif

One comment

  1. Pingback: Mahasantri punya panggilan istimewa untuk para pendidiknya – Aqidah and Islamic Philoshophy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *