Mengikat Tali Kebersamaan, “Family Gathering” Bukti Ukhuwah Islamiah Mahasiswa UNIDA

Mengikat Tali Kebersamaan, “Family Gathering” Bukti Ukhuwah Islamiah Mahasiswa UNIDA

UNIDA Kampus 4 Kediri mengadakan Family Gathering untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh UNIDA Kampus 4 pada Hari Senin bertepatan pada tanggal 11 Maret 2019. Yang dihadiri dengan dosen-dosen hebat serta Dekan Fakultas Ushuluddin Al-ustadz Syamsul Hadi Untung M.A,M.LS. dan Mahasiswa aktif di Pondok Modern Darul Ma’rifat.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan inti yaitu silatur ruh. Adapun beberapa sepakata dari dosen-dosen hebat kita, diantaranya :

1. Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung M.A,M.LS

“Sekarang kita berada di bulan Rajab dan bulan depan adalah bulan Sya’ban dan selanjutnya adalah bulan Ramadhan, bulan Rajab dan bulan Sya’ban adalah bulan percobaan untuk pensucian diri sebelum kita memasuki bulan yang sangat suci”.

Manfaat Family Gathering ini, diantaranya :
* Kumpul Kekeluargaan
* Saling mengingatkan
* Thomba Hati

“Harapan kita adalah kalian semua kuliah cuman 3,5 tahun”

 “Kebanyakan orang yang berhasil didunia ini, 80% nya berhasil karena spritualnya dan sisanya dengan intelektualnya”.

2. Al-Ustadz Abu Darda M.Ag

Budayakan Kebaikan! Tipsnya, yaitu :
* Dipaksa,
* Terpaksa, karena dipaksa kita jadi terpaksa melakukannya
* Bisa, karena terbentuk dari keterpaksaan
* Biasa , karena bisa
* Budaya, karena terbiasa minimal 21 hari

“Inti dari perkumpulan kita ini adalah silatur ruh / silatur Rahim”.

3. Al-Ustadz Dr. H. Sujiat Zubaidi Saleh, M.A    

“Setiap perjalanan Study Individu pasti memiliki banyak rintangan dan masalah”.

“Perjalanan manusia dapat dilihat dari sekelilingnya”.

“Yang sangat dibutuhkan saat menghadapi rintangan dan masalah adalah konsisten dan berani”.

“a Man without ambition like a bird without wings”.

“Kita dituntut untuk membaca secara global”; “3 rumus untuk suses yaitu membaca, membaca dan membaca,”Ujar Pak Habibie.

“Guru yang baik adalah guru yang mengharapkan muridnya lebih baik dari dirinya, dan murid yang baik adalah murid yang menghargai gurunya”, Hamka.

“Guru yang baik adalah guru yang mengharapkan muridnya lebih baik dari dirinya, dan murid yang baik adalah murid yang menghargai gurunya”, Hamka.

Dengan ditutupnya oleh Dekan Fakultas kita, banyak harapan , doa dan cita-cita yang ingin kita capai dengan kebersamaan.

Do’a Ustadz Syamsul kepada calon generasi masa depan :
Berikanlah petunjuk, kemudahan, keberhasilan, kesuksesan, kepandaian, kecerdasan kepada siswa mahasiswa kami…”

Semoga harapan guru-guru kita terkabulkan, Amiinnn…

Pen : Andi Imam

One comment

  1. Pingback: Shohibul Mujtaba: Benarkah Ilmu Pengetahuan (Sains) itu Netral? | Aqidah and Islamic Philoshophy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *