afi.unida.gontor.ac.id. Tidak bisa dipungkiri lagi, perkembangan ilmu dan teknologi sekarang; penerapannya sudah mempengaruhi ideologi pemikiran penerus bangsa kita ini, generasi kini yang akrab di sebut dengan generasi millenial punya peran penting dalam kemajuan bangsa ini; ada atau tidak nya nama “Indonesia” beberapa tahun kedepan berada ditangan generasi millenial ini.

            Dewasanya sekarang, generasi millenial kini menjalani kehidupan mereka melalui teknologi disegala aspek; pengetahuan, sosial, berita, bahkan agama mereka mempercayakan kepada teknologi tersebut; pemikiran yg selalu ingin praktis dan mudah tanpa menimbang-nimbang baik buruknya berita yg di dapatkan dari teknologi tersebut.

            Oleh karena itu; perlunya perhatian akan pentingnya masalah ini, Al ustadz Dr Hamid fahmi zarkasyi M.A M.Phil mengangkat permasalahan ini di seminar yang bertema-kan tentang “tantangan generasi millenial (pemikiran hingga gerakan)” yang diadakan pada 12 maret 2019 selasa malam; bertepatan di aula pondok modern gontor 3 kediri, mengatakan “tantangan generasi millenial berada pada pemahaman akan pengertian ilmu”

            Dalam pertemuan itu Al Ustadz Hamid, memapaparkan bahwasa-nya pemikiran  yang ditanamkan oleh sistem pendidikan di negara kita ini, berasaskan sistem pemikiran yang ber-kiblatkan pemikiran barat; secara tidak langsung meracuni pemikiran generasi sekarang dengan paham liberalisme, sekularisme dan pluralisme agama, semangat generasi muda dalam belajar, menelan mentah-mentah semua yang diberikan disekolah tanpa mempunyai landasan pemikiran islam yang kuat; yang berakhir dengan kerusakan moral.

            Permasalahan utama ini, merambat ke aspek-aspek lainnya seperti, sikap bermasyarakat, sikap kepemimpinan, hinggal moral individual; solusi yang diberikanpun perlu usaha yang lebih yaitu;

  • Ilmu pengetahuan menjadi prioritas utama bagi umat muslim sekarang, mengapa? “pemirikan adalah awal dari sebuah gerakan-gerakan” ucapnya. Umat islam harus dapat berkompetisi secara maksimal dalam bidang ini.
  • Mengaitkan antara ilmu dan worldview islam sangat berpengaruh dalam pandangan generasi sekarang dalam melihat dunia, agar mereka tidak terjerumus dalam pemikiran barat tersebut
  • Orientasi ilmu pengetahuan islam mengarah kepada aspek kepemimpinan, manager, ulama dan manusia seutuhnya.

“Kita memang tidak dapat merubah pemimpin-pemimpin kita, tapi kita dapat menciptakan pemimpin yang lebih baik dari mereka”

Azza Aprisaufa

Selaku bagian dari barisan generasi millenial yang ikut andil dalam kemajuan negara kita ini, kita sebagai mahasiswa maupun guru mempunyai peran penting dalam menjaga persatuan bangsa kita. Tanah air kita. Indonesia.
pen : Furqon

5 Comments

  1. Pingback: Shohibul Mujtaba: Benarkah Ilmu Pengetahuan (Sains) itu Netral? | Aqidah and Islamic Philoshophy

  2. Pingback: Tanggapan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi terhadap aksi terorisme di New Zealand | | Aqidah and Islamic Philoshophy

  3. Pingback: KONSEP ZAUJ DIDALAM ALQUR’AN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *