afi.unida.gontor.ac.id.-‘Mengokohkan Prinsip’ bukanlah hal mudah untuk dilakukan di tengah kemajuan zaman yang semakin kejam. Itulah yang diungkapkan oleh wanita entertaiment yang dikenal dengan wanita berkarir syurga. Jum’at lalu, mahasiswi unida ikut berpatisipasi dalam mengikuti seminar nasional di Gontor Putri Kampus 3. Dengan bertemakan “Hijrah Lillah, Mendapat Pahala Menuai Berkah”.

Dalam seminar ini Ustazah Oki Setiana Dewi selaku pemateri, menyampaikan bahwa umat muslim saat ini, khususnya para kaum muda atau remaja, sedang menghadapi tantangan yang berat lagi menggoyahkan iman. Empat hal yang menjadi tantangan umat muslim di era milenial ini adalah 4F. Pertama, adalah food. Melihat, banyak kaum muslim yang tidak lagi mempedulikan halal atau haramnya makanan, dari mana makanan itu berasal dan sebagainya. Padahal, makanan halal juga menjadi penentu baik atau tidaknya seseorang.

Suasa Seminar di Aula Gontor 3 Putri

Yang kedua, adalah fashion, melihat tidak seedikit kaum muslim yang sudah meniru dan berbangga diri mengikuti baju model barat, bersifat berlebih-lebihan dan sebagainya. Merasa tertinggal zaman apabila tidak mengikuti cara berpakaian barat. Sesungguhnya Rasulullah SAW. Pernah bersabda, bahwa ‘siapa yang mengikuti atau menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka’.

Tantangan ketiga adalah Fun, atau kesenangan. Sebagaimana fenomenal yang kerap terjadi, banyak kaum muslimin yang senang menghambur-hamburkan uang, berfoya-foya, tanpa mengingat aturan dan syariat islam yang ada. Seharusnya, kaum muslimin terutama para pemudinya memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya. Khusunya kaum muda, yang seharusnya menjadi masa untuk memempunyai potensi dalam berbuat baik. Mengisi waktu dengan memanfaatkan ilmu, menghafal qur’an, intropeksi diri dan sebagainya.

Dan tantangan yang terakhir adalah facebook, atau media social lainnya. Begitu banyak kaum muda yang mempunyai penyakit candu terhadap media social. Ketika sudah dihadapkan terhadap media social, kewajiban menjadi terbengkalai, bahkan bersifat acuh tak acuh. Rupanya, tantangan ini berpengaruh besar, terhadap prilaku juga kehidupan para kaum pemuda yang semakin menjauhi spritual-nya juga moral.

Dalam kesempatan ini, Ustadzah Oki berpesan, sebagai umat muslim khususnya mahasiswi gontor yang akan berkiprah di masyarakat harus bersifat tegas dalam mempertahankan prinsip. Karena, tidak semua masyarakat akan suka dan ikut dengan prinsip yang telah kita pegang. Permasalahan dan problematika masyarakat akan semakin rumit, maka kita pun harus tegas dalam menghadapi hal tersebut. Umat islam sendiri harus pandai-pandai dalam mempertahankan prinsip.

Selain itu, Ustadzah Oki juga berbagi pengalaman-pengalamannya dalam mempertahankan prinsipnya di dunia entertainment, bahkan hingga terancam kehilangan pekerjaannya. Beliau juga berbagi tips untuk berdakwah terhadap masyarakat milenial, yang memiliki ego dan bersikap praktis dan modern.

Peserta Seminar Nasional

Seminar yang berlangsung cukup singkat ini, berjalan lancar. Disertai dengan beberapa mahasiswa yang berantusias dalam bertanya mengenai beberapa permasalahan. Diakhir seminar, kami kembali ditekankan untuk selalu memperkokoh dalam mempertahankan prinsip yang kita pegang. Bukan justru larut dalam prinsp yang mereka pegang. Karena seharusnya kita mewarnai masyrakat bukan diwarnai.
Pen: Rahmah Mega A

Artikel Lainnya




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *