afi.unida.gontor.ac.id Belajar di bangku kuliah di suatu universitas sangatlah berbeda dari belajar pada masa SMA. Pada pembukaan acara Orientasi Perkenalan Kampus (OSPEK) di Universitas Darussalam Gontor pada tanggal 18 Juni 2019 di Hall Lt. 4 Gedung Utama.

Acara OSPEK kali ini dibuka oleh Al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed, M.Phil, pada kesempatan kali ini beliau memberikan nasihat kepada mahasiswa baru tentang bagaimana mengembangkan diri di bangku perkuliahan.

Al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasi, M.A.Ed, M.Phil, membuka dengan pernyataan “OSPEK di UNIDA adalah masa peralihan dari metode atau cara belajar yang simple dan tidak terlalu akademis ke metode yang lain.” Dalam perguruan tinggi setiap mahasiswa belajar satu disiplin ilmu yang didalamnya berbagai cabang mata kuliah.

“Oleh karena itu belajar dengan metode menghafal, cukup dengan mengulang bacaan tidaklah cukup bahkan tidak relevan untuk digunakan di bangku perkuliahan.” Sambung Dr. Hamid Fahmy. Mahasiswa dituntut kreatif, dengan banyak menyampaikan opini, berdialog dengan teman dan dosen.

Lalu bagaimana agar kita dapat menyampaikan opini? Tentunya dengan banyak membaca lebih bagus lagi dengan membaca apa yang direkomendasikan oleh dosen. Belajar dengan cara seperti ini sangat membantu dalam menuntut ilmu di bangku perkuliahan.

Lihat Juga : Tagline “Islamisasi Ilmu Pengetahuan”, Bagaimana Kurikulum dan Praktiknya di Lapangan?

Manusia diciptakan dengan salah satu pengertian “hayawan natiq” yang berarti hewan yang berakal maka untuk membedakannya kita harus menggunakan akal kita, yang salah satunya dengan membaca.

“Buatlah kegiatan membaca seperti anda berdialog dengan sang penulis, dan kemudian sampaikanlah kepada orang lain. “Diskusi membawa kita kedalam hutan belantara keilmuan.” Lanjut Dr. Hamid Fahmy

Selain membaca dan berdiskusi mahasiswa perlu menulis. “Banyak membaca, berdiskusi, dan menulis pasti pintar.” Tutur Dr. Hamid Fahmy. Ketiga kegiatan inilah sebenarnya modal untuk menghadapi dunia yang penuh gadget zaman ini.

Di zaman ini yang menguasai wacana adalah orang yang pintar. Orang inilah yang suka membaca, berdiskusi, dan menulis, dan tentunya dalam menulis kita harus banyak latihan. “Di zaman yang serba multimedia ini orang akan disebut egois karena ia tidak menulis dan ia tidak berbicara. Maka mulailah membaca, berdiskusi, dan menulis. Ketiga hal ini sangatlah vital untuk pengembangan diri anda.” Tutup Dr. Hamid Fahmy

Lihat Juga : Kurikulum Islamisasi Sains: Realisasi dan Harapannya

Reporter : Hanif Maulana Rahman

2 Comments

  1. Pingback: Masih Malas Menulis? Bacalah Ini! Motivasi Menulis.

  2. Pingback: Beberapa Pesan Hikmah Keadministrasian dari Ustadz Khoirul Umam yang Harus Kita Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *