afi.unida.gontor.ac.id Dalam rangka meningkatkan kredibilitas sebagai seorang jurnalis pengelola website. Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor pada kesempatan ini menyelenggarakan workshop pelatihan bagi para jurnalis muda untuk kedua kalinya.

Terwujudnya kegiatan ini sejatinya merupakan upaya UNIDA Gontor untuk mengoptimalisasikan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan website. Website ini sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kreativitas, keaktifan, rasa bertanggung jawab dan tentunya kejujuran mahasiswa dalam bidang jurnalistik khusunya dan tulis-menulis umumnya.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at, 05 Juli 2019 di ruang rapat rektorat UNIDA Gontor dan dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.15 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh al-Ustadz Faqih Nidzom, M.Ud dan al-Ustadzah Nabila Huringiin, M.Ud selaku dosen pembimbing sekaligus jurnalis senior di website AFI. Peserta pelatihan ini adalah jurnalis muda dari mahasiswa Fakultas Ushuluddin prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir dan Aqidah dan Filsafat Islam.

Pada sesi pertama al-Ustadz Faqih Nidzom memberikan beberapa kiat-kiat khususnya dalam meningkatkan website terkait aspek penulisan. “Sebagai seorang pengelola website dituntut menjadi seorang yang kredibel”, tutur beliau.

Menurut beliau kredibelitas seseorang jurnalis di dalam mereportasekan berita merupakan hal yang mutlak. Ditambah sebagai jurnalis muslim harus menanamkan nilai-nilai kebenaran didalam berita. Dengan inilah ajaran Islam dapat diamalkan. Layaknya seorang perawi hadits yang memiliki prasyarat-prasyarat tertentu khususnya dalam meriwayatkan hadits.

“Apabila ingin menjadi penulis yang baik maka perbanyaklah membaca”
al-Ustadz Muhammad Faqih Nidzom

Pada kesempatan kali ini Penanggung Jawab website Universitas Daruusalam Gontor al-Ustadz Taufik Afandi, M.Sc mengisi pada sesi kedua menyampaikan bahwa medan dakwah masih sangatlah luas.

Al Ustadz Taufik Afandi menceritakan pengalaman pribadinya pada saat di Croasia dalam rangka safari ramadhan, beliau menjelaskan bahwa pada saat mencari tentang Islam di search enggine yang muncul bukanlah Islam pada semestinya. Banyak yang melencengkan bahkan menyelewengkan ajaran Islam. Hal ini tentunya akan berdampak pada pembaca.

Contohnya seorang mualaf di negara minoritas muslim akan sangat kesulitan untuk mencari ajaran yang benar melalui sebuah search engine. Hal ini tentunya berbeda dengan negara yang mayoritas muslim.

Dari sinilah ditarik kesimpulan bahwa media berdakwah terbuka sangat luas.  “kedepan kami berharap kepada website AFI dan seluruh website prodi bisa memproyeksikan dan menampilkan wajah Islam dengan baik dan benar dan agar bisa dinikmati oleh khalayak internasional maka gunakanlah BahasaArab dan Bahasa Inggris” tutur beliau.
Reporter Maulidin Baharsyah

Berita lainnya :

One Comment

  1. Pingback: Masih Malas Menulis? Bacalah Ini! Motivasi Menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *