Dalam rangka penataran staf baru, Bagian Keuangan UNIDA Gontor melakukan kunjungan ke kediaman salah satu dosen inspiratif, Ustadz Khoirul Umam, M.Ec. Dekan FEM ini menyampaikan beberapa pesan penting kepada staf yang masih bertugas di kantor dan staf lama yang akan menyelesaikan masa pengabdiannya di kampus.

Teruntuk staf yang masih bertugas, beliau mengingatkan bahwa kita memiliki potensi berbuat dzalim, maka hendaknya kita berusaha maksimal untuk yang terbaik, dan berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Bahkan, terkadang hal itu tanpa kita sadari, misal sedang malas atau lain hal, kita memperlakukan seseorang dengan tidak semestinya. Padahal, ketika kita sedang malas, tapi mampu melawannya, dan tetap bertugas dengan baik, akan mendapatkan nilai lebih.

“Kedzaliman itu juga bertingkat. semakin tinggi amanat, semakin tinggi pula potensi dzalim kita. Saya misalnya, sebagaimana pimpinan Fakultas. Itulah mengapa kita dianjurkan berusaha dan berdoa : Rabbanā dzalamnā anfusanā wa in lam taghfir lanā watarhamnā lanakūnanna minal khāsirīn”, ujar beliau menambahkan.

Maka, dalam keadaan apapun, beliau menuturkan kita harus menjadi orang beradab, dengan maknanya yang dalam. Bukan sekadar sopan santun, melainkan pola pikir, sikap dan amalan yang tepat, dengan landasan iman dan ilmu, serta berkolerasi kuat dengan hikmah dan keadilan. Pesan ini juga pernah penulis dengar dari kuliah Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi ketika menjelaskan konsep pendidikan Prof. Syed M. Naquib al-Attas.

Diantara wujud manusia beradab adalah berlaku jujur. Jujur dalam arti dengan kesadaran penuh bahwa ia merupakan ajaran Islam, menjadi tuntunan dalam kehidupan diri dan bermasyarakat, sepeti dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Ustadz Umam, menyebut, saat ini kejujuran banyak digunakan untuk meraih keuntungan duniawi. Orang jujur karena menguntungkan secara finansial. Tentu ini konsep jujur yang tidak utuh.

Tak lupa Ustadz Umam menyampaikan, semakin bayak tugas, semakin baik. Karena itu akan menjadi wadah berlatih manajemen kehidupan, dan menjadi bekal untuk mengabdi di tempat berikutnya.

Namun beliau mengingatkan, agar itu semua dibarengi dengan prestasi akademik. Sambil mengabdi, staf hendaknya juga meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris, dengan membuat lingkungan belajar yang kondusif. Baik sekali bila masing-masing melatih diri untuk produktif dalam menulis.

Prinsip memudahkan dan tidak menyulitkan (yassirū walā tu’assirū) juga beliau tekankan, agar menjadi pedoman kita dalam membuat kebijakan. Hal ini bisa diterapkan dalam menyusun SOP bagian, pelayanan, dan tata tertib administrasi secara umum. Jangan sampai membuat regulasi yang menyulitkan beberapa pihak, seperti dosen, mahasiswa dan lainnya.

Dosen yang juga diamanahi sebagai Direktur Program Kaderisasi Ulama (PKU) Gontor ini juga berwasiat kepada staf yang akan mengabdi di luar. “Jadi apapun kalian nanti, tetaplah mengajar. Jadilah bagian dari pendidik umat. Jangan seperti kambing yang sekadar hidup, punya anak, bisa makan, dan begitu saja!” tegas beliau dengan mengutip pesan pendiri dan pimpinan Gontor.

Di akhir silaturahim kami, beliau turut mengucapkan syukur karena salah satu didikan beliau ada yang akan melanjutkan studi magister di luar negeri, tepatnya di Glasgow University. Bukan hanya bermanfaat bagi diri, tapi juga akan membuka jalan, menjadi jendela cakrawala dan menyuntikkan motivasi bagi generasi setelahnya. Karena beliau studi di IIUM Malaysia pun berkat alumni yang disana.

Selain itu, beliau juga menyampaikan senang dengan kehadiran kami. Karena beliau melihat para staf ini sebagai kader pemimpin masa depan, sekaligus sebagai pengingat diri, sebab apa yang beliau pesankan kepada kami, sejatinya juga nasihatkan kepada diri beliau. Begitu ujar beliau mengakhiri nasihatnya.

Sungguh banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan hari itu, Ahad pagi, 23 Juni 2019. Tentu, semua nasihat di atas juga sangat relevan untuk semua dosen, staf dan tenaga kependidikan yang bertugas di satuan kerja masing-masing. Jazākumullāh khairan ustadz, semoga kami dapat mengamalkannya dengan baik.
Penulis: Muhammad Faqih Nidzom

Berita Terkait Lainnya

Bekali Staf Baru Pusat Al-Qur’an, Ustadz Mujtaba: “Organisasi Kita ini Istimewa!”
Inilah Ajaran Tertib Administrasi yang Harus Diketahui Semua Staf UNIDA Gontor
3 Trik Sederhana Mengembangkan Diri di Bangku Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *