Refleksi Kemerdekaan dari Ustadz Hasib Amrullah*

Refleksi Kemerdekaan dari Ustadz Hasib Amrullah*

“Apabila kesulitan sudah tidak ada lagi, apabila kita sudah puas dengan apa yang ada, artinya matilah negara kita dan diri kita. Dengan keberanian menempuh kesulitan, orang hendak memerhatikan kesanggupan kita. Orang hendak melihat pribadi kita.”
-Hamka-

Upacara mengenang kemerdekaan

Selesai kita lakukan

Kenangan apa yang kau hadirkan

Saat Indonesia raya kau nyanyikan

Benarkah kita punya kenangan?

Untuk peristiwa yang hanya diceritakan

Kecuali bila pahitnya kesulitan

Beratnya perjuangan dengan segala keterbatasan

para pahlawan itu mampu kau hadirkan

kesulitan yang mengobarkan semangat pantang menyerah

kesulitan yang mengajarkan solidaritas dan kebersamaan

kesulitan yang memberitahu bahwa perjalanan harus direncanakan

kesulitan itu yang menyulut api dalam diri pahlawan dulu

untuk rela berkorban agar apa yang mereka rasa tidak dirasakan anak cucunya

setelah kesulitan itu hilang

anak-anak baru bangsa ini dilahirkan

lalu kini posisi membawa bangsa ini mereka pegang

berkurang solidaritas, berkurang dorongan berkorban

bertambah mudah dan nyaman kehidupan

bertambah kerakusan dan keserakahan

bendera itu memang masih akan selalu berkibar

namun tidak dengan jiwa kepahlawanan

ia bisa naik atau turun dan tenggelam

tergantung pilihan kita di muka jaman

memilih mudah lalu malas berkorban

memilih sulit dan saling bergandeng tangan

memilih mudah lalu tumbuh keserakahan

memilih sulit lalu membesar semangat berjuang

dimanakah bangsa ini

diantara dua pilihan itu?

#jejaklangkah190808
*Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud adalah dosen senior di Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor. Pemerhati Tasawuf Ibnu ‘Arabi dan Jalaluddin Rumi ini dikenal sebagai seorang “sastrawan” yang sangat produktif menulis refleksi dan puisi sarat makna. Puisi terbarunya, “Jika Engkau Elang” yang dibacakan beberapa mahasiswa Pascasarjana turut menyemarakkan Pagelaran Seni Alhambra Night di UNIDA Gontor beberapa waktu lalu.

Ustadz. Hasib Amrullah, M.Ud. (Baju Putih) dan Ustadz. Moh. Faqih Nidzom, M.Ud. (Baju Merah Maron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *