Para mahasiswa Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) Kampus IV disibukkan dengan adanya ujian tengah semester yang telah dibuka Sabtu, 17 Agustus 2019 kemarin. Mereka terlihat mencuri waktu untuk tetap belajar disela-sela acara Pembukaan Ujian Tengah Semester itu. Padahal Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A, M.Ls selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor menyampaikan banyak hal penting yang harus diperhatikan selama menjalankan ujian ini.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kutipan dari KH. Abdullah Syukri Zarkasyi yaitu,”Bekerja keras, bersabar keras, dan berdoa keras”. Kutipan ini selanjutnya ditambahkan oleh KH. Hasan Abdullah Sahal dengan kata “istirahat keras”, ujarnya.

Beliau melanjutkan bahwa kata keras di dalam kalimat tersebut tidak hanya berarti keras, namun juga berkualitas. Yang diumpamakan seperti halnya tidur, tidur yang baik bukanlah tidur yang lama, melainkan tidur yang berkualitas,karena lamanya tidur tidak menjamin baiknya tidur.

Baca Juga: Masih Malas Menulis?

3 Metode Bekerja Keras

Dalam bekerja keras, beliau menambahkan setidaknya ada 3 metode dalam mengerjakannya,
3 metode itu adalah sebagai berikut:

1. Membentuk Kebiasaan Baik
Membentuk kebiasaan baik dapat dimulai dengan :

  • Berpikir positif
    Apabila dalam mengerjakan sesuatu, seseorang berpikir negatif, maka ia tidak akan berhasil dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut
  • Tantang Hal-hal Irasional
    Dalam bekerja, kita akan menemui banyak hal yang mungkin tidak masuk akal. Memang segala sesuatau tidak akan berhasil sampai hal itu terjadi .
  • Melihat Masalah Sebagai Kesempatan Belajar
    Dengan begini, segala masalah akan terasa lebih ringan dan berdampak positif dalam pengembangan diri orang tersebut.
  • Menyelesaikan Pekerjaan Satu per Satu
    Untuk meringankan pekerjaan, menyelesaikannya satu per satu adalah langkah yang harus di tempuh. “Jangan jama’ ta’khir, apalagi jama’ tarki” tegas beliau.
  • Jangan meremehkan hal-hal kecil
  • Tingkatkan kesadaran sosial

2. Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab
Menjadi pribadi yang bertanggung jawab dapat diindikasikan oleh hal-hal berikut:

  • Kerja lembur bila dibutuhkan
    Apabila memang ada pekerjaan yang harus dituntaskan pada hari itu, sebagai pribadi yang bertanggung jawab, kita akan kerja lembur
  • Ambillah tanggung jawab
    Dalam suatu perkara, terkadang orang-orang berebut melepas tanggung jawab karena pekerjaan tersebut tidak terselesaikan, ini adalah kesempatan kita untuk mengambil tanggung jawab tersebut, dan siap untuk di perbaiki
  • Kembangkan prestasi
  • Ambillah Inisiatif

3. Membangun Kegigihan

  • Katakan hal-hal positif pada diri sendiri
  • Milikilah tekad yang kuat
  • Lakukan visualisai
  • Lakukan meditasi (I’tikaf)
    Sebaik-baiknya tempat bermeditasi (I’tikaf) adalah masjid. Beri’tikaf tidak harus lama
  • Evaluasi progres
    Ketika bekerja, sepatutnya kita mengevaluasi diri kita sendiri, untuk mengetahui kesalahan yang menimbulkan kekurangan. Dengan begitu, kita dapat sesegera mungkin melengkapi kekurangan itu
  • Jangan menyerah
    Setelah melakukan proses diatas, langkah terakhir adalah jangan menyerah. Bila menyerah, seluruh jerih payah yang telah kita lakukan, dan proses yang telah di bangun, dan hasil yang telah dirasakan akan hilang begitu saja.

                Untuk menutup sambutannya, Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung menunjukkan betapa besar harapanya kepada para mahasiswanya dalam Ujian Tengah Semester kali ini.

Disiplin

                Di penghujung acara pembukaan ini, para mahasiswa dikejutkan dengan adanya peraturan baru dalam ujian ini. Peraturan tersebut menyatakan bahwa peserta ujian yang terlambat mengikuti ujian tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Peraturan ini tidak lain, untuk meningkatkan disiplin mahasiswa dan meminimalisir peremehan terhadap ujian ini.

                Kerja keras yang dibarengi disiplin yang ketat, para mahasiswa diharapkan dapat meraih hasil yang memuaskan di Ujian Tengah Semester kali ini.

Artikel Lainnya

Datangkan Prof.Martin Van Bruinessen Dalam Kuliah Umum Berikut, Profil dan Temanya/
Ingat 17 Agustus, Ingat Perjuangan Para Remaja Indonesia
Shubhah Skripsi Sesi II Prodi AFI-FU Pendampingan Pengajuan Judul dan Penulisan Proposal/

2 Comments

  1. Pingback: Nasionalisme : 17 Agustus Harga Mati !! Peringatan 17 Agustus

  2. Pingback: Nasionalisme : Indonesia Merdeka karena Santri Peringatan 17 Agustus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *