Seperti karya Buya Hamka lain yang saya baca dengan penuh minat, buku Pelajaran Agama Islam ini memang istimewa. Lagi-lagi kami dibuat takjub olehnya. Bagaimana tidak, baru membaca satu-dua halaman mukaddimahnya, pemaparan beliau sangat mengagumkan, dengan piawai beliau menjelaskan epistemologi Tauhid.

Baca juga : TASAWWUF AKHLAQI MODERN ALA HAMKA

Mukaddimah ini menegaskan kembali rumusan para ulama Aqidah bahwa Hakikat kebenaran dapat diukur dengan beberapa alat: persepsi Indrawi, proses akal sehat serta intuisi hati (dengan masing2 dalam batas tertentunya), serta khabar shadiq.

Inilah basis epistemologis untuk merumuskan konsep jawaban dari tiga pertanyaan abadi manusia; Siapa saya, akan kemana, dan untuk apa diciptakan? (Lihat misalnya dalam buku Yusuf Al-Qaradhawi berjudul al-Ibadah fi al-Islam).

Hal-hal yang bertentangan dengan alat ukur epistemologis ini, akan menghasilkan konsep yang keliru. Karena lahir dari ilmu yang tidak sejati; ilusi belaka, prasangka dan praduga akal pikiran yang tidak berdasar. Seseorang yang dihinggapi oleh kemusyrikan misalnya, sangat rentan untuk mempercayai mitos atau khurafat serta dhunun (praduga-praduga), padahal jelasia bertentangan dengan akal dan indera, apalagi dengan wahyu.

Baca juga Sentil Kehidupan Masa Kini, 7 Quotes Buya Hamka Bikin Semangat!

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Hamka? Banyak sekali. Diantaranya; kemampuannya meramu sekian banyak bahan bacaan dari ulama dan tokoh otoritatif, menyajikannya di hadapan kita sebagai solusi dari permasalahan yang kita hadapi saat ini, yang dalam konteks ini adalah tentang Aqidah Islamiyah, dan tentu, diksi penulisannya yang memesona.

Padahal, seperti yang tertulis di profilnya dalam buku Renungan Tasawuf, bekalnya “hanya” banyak membaca, tak lupa belajar langsung dengan tokoh dan ulama -termasuk ayah beliau sendiri-, baik di Sumatra Barat, Jawa, hingga ke Mekkah. Semoga Allah merahmatinya dan kita mampu meneladaninya. Wallāhu A’lam.

[Pen. Muhammad Faqih Nidzom]

One Comment

  1. Pingback: MEMBANGUN EPISTEMOLOGI ISLAM (Cacatan ringkasan artikel Urgensi Tauhid dalam Membangun Epistemologi Islam Bambang Irawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *