afi.unida.gontor.ac.id Tiga bulan melaju bak kereta shinkansen, Universitas Darussalam Gontor telah melakukan proses pendidikan, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Begitu pula Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, “ta’lim, tajarud,, irsyad, dan al-inqitho atau bahasa sekarangnya Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM)’”  kata Ka. Prodi Aqidah dan Filsafat Islam dalam pembukaan acara tasyakuran atas selesainya Ujian Tengah Semester Gasal, 28 Agustus 2019. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali persatuan antara mahasiswa dan dosen Prodi AFI UNIDA.

Selain bertujuan untuk memperkuat persatuan, tasyakuran juga merupakan manifestasi dari segala proses ibadah seorang mu’min. Nabi Muhammad SAW ketika ditanya oleh sahabat mengenai banyaknya sholat yang Beliau lakukan, Nabi menjawab dengan “Apalah aku tidak suka apabila aku menjadi hamba yang bersyukur?” Maka manifestasi dari setiap nikmat dari ibadah yang bisa ditunaikan itulah harus menjadi kesyukuran.

baca juga SUASANA PENUTUPAN DAN TASYAKURAN UJIAN TENGAH SEMESTER 2019 UNIDA GONTOR

Sebagai contoh lain para Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor telah banyak melakukan tirakat untuk wasilah mendidik anak-anak dan para santri di PMDG. Lebih jauh lagi bersyukur harus menggunakan ilmu, tanpa ilmu kesyukuraran tidak akan terjadi. Banyak yang dapat kita ambil dari berbagai prilaku teman-teman, Dosen dan bahkan orang tua kita yang mencari nafkah itu juga merupakan kesyukuran yang besar.

Besrsyukur menjadi Thaalib al-Ilmi

Sebagai mahasiswa yang notabene thaalib al-ilmi maka kesyukruran yang patut diperhatikan adalah cara belajar yang baik dan benar, sopan santun terhadap dosen, dan cara berpakaian yang sesuai dengan alam pendidikan di masing-masing perguruan tinggi. “Dan tak luput masing-masing dari setiap orang mempunyai amanat yang besar terhadap Rabnya”. Sambung al-Ustadz Ishom.

Ditengah acara tasyakuran ini satu atau dua mahasiswa dari setiap semester meyampaikan kesan dan pesan selama ia belajar di Prodi ini secara khusus dan UNIDA secara umum. Dimulai dari semester 7 yang telah lama menimba ilmu disini dan diakhiri oleh dua orang mahasiswa baru yang kebetulan salah satunya berasal dari Malaysia.

Sharring Session Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam

Beberapa Pesan dari Mahasiswa

Dari pesan dan kesan yang disampaikan terdapat beberapa inti poin yang bisa dipetik diantaranya : kuliah di berbagai tempat khususnya di UNIDA harus dan dapat meyampaikan argumentasi dengan baik, maka harus ditopang oleh membaca, berdiskusi dan menulis. Argumentasi inilah yang akan menjadi bekal dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Selain itu ada yang meyampaikan tentang peran universitas dalam membangun mahasiswa sangat dipengaruhi oleh asas yang membangun kerangka worldview yang menjadi basis dari semua kegiatan, dan kurikulum pendidikan didalamnya.

Dipenghujung acara al-Ustadz Faqih Nidzom menegaskan bahwa pembentukan kesadaran pribadi mempunyai dua unsur yang penting yaitu spiritualitas dan intelektualitas dan terealisasikan ke dalam pekerjaan yang dilakukan. Maka sudah seyogyanya sebagai mahasiswa yang mu’min harus dan dapat memposisikan sesuatu pada tempatnya.
Oleh : Hanif Maulana Rahman

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *