Oleh: Ustadz. M. Shohibul Mujtaba, M.Ag.

عن عائِشةَ رضيَ اللهُ عنها، قَالَتْ: قَالَ النبي صلى الله عليه وسلم: لا هِجْرَةَ بَعْدَ الفَتْحِ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فانْفِرُوا. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Dari Aisyah ra berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hijrah setelah terbukanya kota Mekah. Akan tetapi (yang ada) adalah jihad dan niat. Dan jika kamu diminta berangkat jihad maka berangkatlah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

__
أوصيكم ونفسي بتقوى الله.

Tahun baru Hijriyah merupakan momentum kita untuk bermuhasabah; introspeksi diri. Apakah selama ini apa yang kita perbuat benar-benar tulus karena Allah Swt dan sesuai tuntunan Rasulullah Saw. atau jangan-jangan orientasi amal kita masih tercampur dgn riya’, sum’ah, takabbur, nifaq, dls. Atau apa yang kita lakukan selama ini, masih banyak yang belum sesuai dgn tuntunan Nabi Muhammad shalla Allah ‘alaihi wa sallam.

baca juga Khutbah Jumat Muharram: Spirit Hijrah, Semangat Perubahan

Sahabat Umar bin Khattab ra. pernah mengingatkan agar kita bermuhasabalah atas diri sendiri sebelum kita dihisab pada hari kiamat, karena hal tersebut terasa lebih ringan bagi kita daripada menghadapi hisab kelak. Untuk itu, beliau berwasiat agar kita bersiap diri dengan amal sholeh.

قال عمر رضي الله عنه: “حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، فَإِنَّهُ أَهْوَنُ عَلَيْكُمْ فِي الْحِسَابِ غَدًا، أَنْ تُحَاسِبُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ، يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ.” رواه ابن أبي الدنيا في “محاسبة النفس” ص. 22

Artinya, Umar bin Khattab ra. berkata: “Bermuhasabalah atas diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab pada hari kiamat, dan timbanglah amal kalian di dunia ini sebelum nanti ditimbang pada hari kiamat. Sesungguhnya kalian akan merasa ringan dengan bermuhasabah pada hari ini untuk menghadapi hisab kelak. Dan berhiaslah kalian (dengan amal sholeh) untuk menghadapi hari pameran agung. Pada hari itu perbuatan kalian akan ditampilkan tidak ada yang tersembunyi sedikitpun.”

Selain itu, hendaknya kita pahami kembali bahwa jihad terbesar adalah jihad al-Hawa (jihad melawan hawa nafsu). Maka mari kita gunakan momentum tahun baru Hijriyah ini dengan berpindah dari kebiasaan tidak baik (bermaksiat, baik yang kecil maupun yang besar) menuju kebiasan yang baik.

baca juga KENAPA KITA DI ANJURKAN UNTUK MELAKSANAKAN AMALAN PUASA SUNNAH TARWIYAH DAN ARAFAH?

Jihad juga kita tujukan untuk melawan kebiasaan tidak baik dalam perkataan (ghibah, fitnah, bohong, tidak menepati janji, khianat, dls), atau Jihad melawan kebiasaan tidak baik dalam perbuatan (buang sampah sembarangan, tidak disiplin waktu, pola hidup tabdzir, biasa tidur ba’da subuh dan sore hari, suka main game yang tidak ada manfaatnya, dls).

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa ada empat macam tangga Jihad, yaitu; jihad diri, jihad melawan godaan setan, jihad melawan kaum kafir (harbi), dan jihad melawan kaum munafik.

قال ابن القيم: “فالجهاد أربع مراتِب: جهاد النفس، وجهاد الشياطين، وجهاد الكفار، وجهاد المنافقين.

Tentang jihad yang pertama, Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa maksudnya adalah agar kita senantiasa berusaha untuk mempelajari petunjuk Ilahi, mengamalkannya setelah mengilmuinya dengan baik, dan mendakwahkannya, serta bersabar atas kesulitan-kesulitan dalam mengemban dakwah kepada Allah swt.

وجهاد النفس بأن يُجَاهِدَهَا على تَعَلُّمِ الهُدَى ، والعَمَلِ به بَعْدَ عِلْمِهِ ، والدعوة إليه ، والصبر على مَشَاقّ الدّعوة إلى الله. (زاد المعاد في هدي خير العباد لابن القيم الجوزية، ٩/ ١٢-١٣)

Inilah beberapa refleksi dalam menyambut Tahun Baru Hijriyah 1441. Semoga Allah swt. senantiasa menolong kita untuk selalu mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya dan beribadah dengan baik kepada-Nya. Semoga Allah swt. juga mengampuni dosa-dosa yang lalu dan akan datang, yang samar maupun yang terang, yang kita sengaja maupun tidak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

نسأل الله تعالى أن يعيننا على ذكره وشكره وحسن عبادته وأن يغفر لنا ما قدمنا وما أخرنا وما أسررنا وما أعلنا وما هو أعلم به منا. آمين يا رب العالمين.

[Editor: Muhammad Faqih Nidzom]

One Comment

  1. Pingback: Sambut Tahun Baru Hijriah Dengan Gebyar Muharram Gebyar Muharram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *