Kunjungan mahasiswi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam ke Gedung MPR RI, justru  membuka banyak pengetahuan baru tentang aspek kepondokmodernan. Pasalnya, para mahasiswi ini diterima langsung oleh wakil ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid, yang tidak lain juga merupakan anggota Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor.

Yang paling menarik dari beberapa poin yang beliau sampaikan adalah, pemaparannya tentang terminologi “ibu” dalam hymne “Oh Pondok ku”. Mengulang pemaparan yang pernah disampaikan nya pada peringatan 90 tahun Gontor,  Dr. Hidayat Nur Wahid mengatakan ada tiga terminologi yang terdapat dalam hymne oh pondok ku ; “Ibu ku Indonesia”, “Laksana Ibu kandungku” dan “Oh pondok ku Ibu ku”.

baca juga HNW: GONTOR BERDIRI UNTUK BANGSA DAN NEGARA

Makna filosofis dari diletakkan nya tiga terminologi ini dalam satu hymne, yang dianggap sebagai suatu hal yang tidak biasa, adalah bahwa pondok Modern Gontor menginginkan agar santrinya tidak pernah memiliki keraguan dalam pengabdian kepada ibu kandungnya, pondok dan juga negara Indonesia. Karena menurutnya, memang seharusnya tidak ada rintangan yang membuat para santri tersebut terhalangi untuk mengabdi kepada ibu nya, pondok dan negara.

Mengupas Filosofi "Hymne Oh Pondok ku" di gedung MPR

Disamping itu, pondok modern Gontor sejatinya sudah memberikan bekal yang cukup kepada para santrinya untuk mengabdi di masyarakat. Maka, menurut hemat beliau, merupakan suatu bentuk kemubadziran jika potensi diri yang sudah terbentuk lewat bekal pendidikan yang diberikan pondok tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Terlebih, Dr. Hidayat juga menghimbau agar para santri lebih memahami maksud dari pendidikan pondok, supaya kelak dapat tersalurkan dengan baik.

baca juga IMPLENTASI HAFALAN QUR’AN DISISI SPIRITUAL MAHASISWI GURU

Beliau juga mensupport para mahasiswi untuk bisa turut berperan, dan mampu membangun kepercayaan diri untuk mengabdi disegala lapisan masyarakat. Baik dalam rumah tangga, hingga pemerintahan. Karena menurutnya, negara tidak pernah secara resmi membatasi peran wanita dalam berkarir dan berkiprah dalam kancah nasional.

Rep : Al-Ustadzah Lailah Alfi
Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *