Bagi Mahasiswi Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor merupakan sebuah kesyukuran dan kesempatan langka untuk dapat bertemu dengan bapak gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada Kamis 5 September 2019. Dalam kesempatan yang singkat itu, semangat dan antusias para mahasiswi untuk mendengarkan pesan-pesan dari bapak gubernur sangat terasa memenuhi atmosfer ballroom balaikota Jakarta.

Dengan wajah serius beliau menyampaikan dua poin pesan yang sangat menginspirasi generasi millenial. “Saya benar-benar titip ya anak muda”, ujar beliau membuka nasihatnya yang diucapkan dua kali. “Buatlah cv pribadi, deskripsi kan disitu tentang diri anda, jenjang pendidikan anda secara rinci, dimana anda tinggal, apa aktivitas anda, apa karya-karya dan prestasi anda. Beri tanggal, tapi bukan hari ini, tulis disitu tahun 2030. Anak muda, harus selalu berfikir ke depan dan untuk masa depan. Kalau menulis tentang apa yang sudah dilakukan, itu tugasnya orang tua”.

baca juga Hadiri Festival Damai dan Millenial Safety Road, Anies Imbau Utamakan Keselamatan Saat Berkendara

Dengan membuat CV masa depan,  anak muda bisa menentungkan langkah-langkah strategis, perencanaan  hidup yang perlu ditempuh untuk mencapai tujuan besar. Dalam hal ini, beliau hendak menekankan Filosofi sistematika hidup para pemuda yang harus terencana secara sistematis, filosifis,  bahkan penuh harapan kepada Tuhan.

Selanjutnya, bapak gubernur bertanya, “Siapa teman kalian di sosial media?, Di Facebook?, Instagram?”. “Jangan hanya berteman dengan teman-teman SD, SMP anda. Bertemanlah dengan tokoh-tokoh terkenal dibidang yang anda tekuni. Bertemanlah dengan orang-orang hebat dan berpengaruh.”

Pada intinya, beliau berpesan bahwa generasi millenial sudah selayaknya diarahkan untuk mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bermanfaat. Beliau juga memotivasi generasi muda untuk tidak hanya menggunakan sosial media sebagai sarana “having fun”, tetapi juga sebagai sarana untuk mengukir mimpi dan masa depan. Inilah yang biasa disebut ‘Fiqh Medsos’.

baca juga TAWARAN SOLUTIF MENJAWAB PROBLEMATIKA UMAT DI ERA KONTEMPORER

Selain bertemu dengan bapak Gubernur DKI Jakarta, para mahasiswi juga berkesempatan untuk berbincang dengan beberapa plt deputi, mengenai tata kelola ibu kota. Tidak hanya itu, pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan kerjasama kepada prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA, khususnya di bidang pendidikan karakter.

Rep: Al-Ustadzah Lailah Alfi
Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *