afi.unida.gontor.ac.id Kamis Siang, 12 September 2019. Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam berduyun-duyun menuju Jami’ UNIDA Gontor. Mereka membawa tas punggung dan beberapa perlengkapan guna mengikuti acara keluarga besar prodi ini yaitu AFI CAMP. Mereka siap untuk belajart mengenal tanda-tanda kebesaran Allah yang terlukis dalam hamparan alam di Bukit Sekipan.

AFI CAMP kedua kali ini bertempat di Bukit Sekipan Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah pada tanggal 12 sampai 13 September 2019. Acara ini diikuti oleh 48 Mahasiswa serta seluruh Dosen AFI.

Pada pembukaan acara sekaligus pelepasan Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin berpesan kepada seluruh Mahasiswa AFI : “Tiap tahun berbeda, ada yang baru, dari tempat dan suasana. Pengalaman yang akan diadakan sama, matsurat dan lainnya. Niati ibadah thalabul ilmi. Penuntut ilmu, melihat apapun ketemu siapapun, akan mendapat pahala & mendapat ilmu berbeda”.

“Ingat, ini bukan sekadar rekreasi, bukan hanya perjalanan, lihat kanan-kiri, temukan yang baru, ada yang lebih indah”
Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls.

“Orang-orang yang ditemui bisa jadi inspirasi, judul skripsi misalnya, tempat juga mungkin jadi objek yang bisa diteliti Masing-masing dari kalian bisa jadi kiai, ustadz, filosof, karena melihat sesuatu sampai pada hakikatnya, ke aspek filosofinya, karena pengamatannya komprehensif” Beliau menmabahkan.

“Ingat, ini bukan sekadar rekreasi, bukan hanya perjalanan, lihat kanan-kiri, temukan yang baru, ada yang lebih indah. Jaga kesahatan dan keselamatan, taati komando, beritahu jika kemana-mana, sepengetahuan teman dan pembimbing, karena disana tempat baru. Jangan lupa berdoa: allahumma innā nas’aluka khairahā wa khaira ahlihā wa khaira ma fīhā, wana’ūdzu bika min syarrihā wa syarri ahlihā wasyarri mā fīhā.” Beliau menutup pesan dengan doa yang dilafalkan bersama.

Al-Ustadz M. Isom Mudin, M.Ud menambahkan: “Diantara tujuan acara Saling mengenal, mempererat silaturahim Acara ini adalah praktikum, semua hal praktis dalam kehidupan sebenernya adalah wilayah praktikum kita, khususnya muamalah;  prioritas kita kali ini praktik ubudiyah; Shalat Mandubah, khataman al-Qur’an, Wirid Lathief, jangan lupa kumandangkan Adzan di beberapa tempat disini”.

Rombongan berangkat dari UNIDA pukul 14.30 dan sampai di Bumi Perkemahan Sekipan pukul 18.10. Seluruh peserta melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah di mushola dan dilanjutkan dengan mendirikan tenda lalu malam makrab-pun dimulai.

Makrab kali ini diiringi oleh lantunan suara merdu oleh Riza Reyhan dan dipadu dengan petikan gitar yang menday oleh Alwan Fachri.  Seluruh peserta beserta pembimbing menikmati malam itu dengan ditemani secangkir kopi dan hangatnya jagung bakar ditangan.

Segenap Dosen di acara AFI CAMP

Api unggun menyala terang menghembuskan hawa hangat yang menyentuh tubuh peserta yang mulai menggigil. Tawa canda yang ramai diganti dengan dengkuran peserta yang tertidur di tendanya masing-masing. Segelintir peserta masih terbangun guna menjaga dan mengontrol.

Sepertiga malam peserta terbangun guna menghadap Rabnya, walau air terasa tajam dan dinginnya malam menusuk jaket, mereka berjalan dengan wajah berseri dengan sarung dan Al-Qur’an. Shubuh datang lantunan suara Adzan dikumandangkan oleh Muhammad Hussein dan seluruh peserta menunaikan Sholat Shubuh berjama’ah. Tahfidzil Qur’an dilakukan secara berjama’ah selepas Sholat Shubuh.

Peserta dan pembimbing membaca Dzikir Pagi yang dipimpin langsung oleh Al-Ustadz Muhammad Ishom Muidin, M.Ud. Selaku Ka. Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Beliau juga mendapat sanad langsung dalam Dzikir pagi dan petang. Selanjutnya kami mendengar tausiyah yang disampaikan belaiu dan Al-Ustadz Muhammad Faqih Nidzom, M.Ud.

Pukul 07.00 Peserta melahap sarapannya dan bersiap untuk hiking mengitari area Bumi Perkemahan Sekipan. Mereka berangkat dengan semangat dan senyum terukir di wajahnya. Melihat jajaran pinus yang memenuhi area itu dan luasnya perkebunan warga membuat mata fresh.

Walau track kali ini tidak begitu menantang namun indahnya alam ini menjadi suatu tanda bahwa Allah dengan segala kuasa dan kekuatan-Nya menciptakan keindahan tanpa ada cacat, selalu manrik dan selalu menyimpan rahasia dibalik suatu peciptaan. Seluruh peserta terpukau dengan alam, terpukau atas kuasa-Nya. Mereka belajar, melihat mengobservasi tanda tanda kebedaran Allah.

Setelah Sholat Jum’at rombingan pulang ke kampus tercinta dan sampai di UNIDA pukul 15.30. Semua bahagia, kembali dikesibukannya untuk ibadah menuntut ilmu.

Lihat juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *