afi.unida.gontor.ac.id- Jum’at, 13 September 2019, Dewan Mahasiswi Unida Gontor Divisi Karangbanyu mengadakan seminar bertajuk “ Motivation Seminar and Workshop for Statement of Purpose”. Seminar ini diisi oleh Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A. dan diikuti oleh seluruh mahasiswi Unida. Beliau adalah penerima beasiswa LPDP  2017  dan VUFP Scholarship 2016.

Dalam seminar kali ini, Dosen Program Studi Studi Agama-Agama tersebut membagi pengalaman beliau kepada para mahasiswi tentang bagaimana cara untuk mendapatkan beasiswa going abroad. Beliau menjelaskan bahwa untuk belajar di luar negeri dengan beasiswa membutuhkan kesungguhan dan kemauan yang kuat agar bisa mencapainya. Oleh karena itu, beliau memberikan tips bagi mahasiswi yang ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri.

Berikut adalah tips yang beliau berikan untuk dapat meraih beasiswa luar negeri. Yang pertama adalah motivasi. Ada banyak hal yang dapat kita jadikan motivasi dalam mencari scholarship. Ingin menambah kesempatan kerja, menuruti keinginan orang tua, menambah kemapanan, jalan-jalan ataupun hanya sekedar bergaya. Dan untuk menindaklanjuti motivasi yang sudah terbangun adalah dengan mengidentifikasi tujuan utama kita ( main goal ).

baca juga HARAPAN UNTUK MAHASISWI BARU

Lalu, langkah kedua yaitu dengan improvisasi skil bahasa. Apabila kita memilih negara-negara Eropa maka yang kita butuhkan adalah IELTS, sedangkan apabila tujuan kita adalah USA, maka tes yang cocok adalah TOEFL.  Dan yang terakhir saran beliau untuk tips pertama ini adalah never give up, dan jangan setengah-setengah dalam mengikuti perkuliahan, walaupun kita mempunyai peran sebagai mahasiswi guru. “ Dalam kuliah, jangan mengandalkan lulus cepat atau IPK tertinggi, yang terpenting adalah keseriusan kita dalam mengikuti perkuliahan.” terang beliau.

Untuk tips yang kedua adalah dengan berlatih membuat Statement of Purpose. Statement of Purpose adalah statement yang menerangkan tentang data diri, alasan kita memilih bidang studi tertentu, prestasi yang pernah diraih dan rencana-rencana masa depan yang berkaitan denagan studi yang diambil atau ingin dipelajari. Adapun perbedaan antara Statement Letter dengan Statement Purpose adalah pada isinya. Ststement Purpose cenderung lebih merujuk pada tingkatan akademik kita, latar belakang studi, program penelitian, dan seberapa besar andil kita dalan peneilitian tersebut. Beliau menjelaskan bahwa rata-rata Statement of Purpose berisis lima paragraf. Paragraf pertama berisi tentang perkenalan.

baca juga Beasiswa Santri LPDP Jenjang S2, S3 Buat Santri Pondok Pesantren

Pargraf kedua menjelaskan area spesifik studi kita dan sebereapa tertarik kita dalam studi tersebut. Paragraf ketiga menjelaskan pengalaman perkuliahan yang pernah kita alami. Paragraf keempat menggambarkan pengalamanatau prestasi  yang mungkin dapat membantu persiapan studi S2 kelak. Dan paragraf yang terakhir memuat jangka-jangka di masa depan, sebagai contoh adalah hal yang akan dilakukan apabila belum berhasil.

Dan tips yang terakhir berhubungan dengan peningkatan skill bahasa kita. “ Gak usah takut salah dalam belajar bahasa Inggris, karena semua orang belajar bahasa Inggris”. tegas beliau. Beliau juga meminta mahasiswi yang mengikuti pelatihan English Language yang diadakan beberapa waktu lalu untuk menerangkan pentingnya belajar bahasa Inggris. “ Kata Pak Purnomo Jati, tutor dari pelatihan kemarin adalah, bahwa belajar grammar dan structure itu mengalir dan bukan merupakan teori. Ini akan mengalir  apabila bahasa Inggris diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.” urainya.

Rep : Megi Nur Afifah – Mahasiswi AFI 1 – Kampus Mantingan
Editor : Rahmah Mega A. – Mahasiswi AFI 3 – Kampus Mantingan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *