Di Gontor kita sering mendengarkan nasihat dari Bapak Kyai, “Jangan bosan menjadi orang baik!” Untuk memperdalam makna dari nasihat ini, mari kita coba mentadabburi satu ayat terkait keutamaan menjadi orang shaleh berikut ini:

فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

Artinya: “Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak melindungi sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” [Surat Al-Baqarah 251]

baca juga BerIslam, Tingkat Akhlak atau Ihsan?

Terkait ayat di atas, diterangkan dalam Tafsir Muyassar bahwa:

ولولا أن يدفع الله ببعض الناس -وهم أهل الطاعة له والإيمان به- بعضًا، وهم أهل المعصية لله والشرك به، لفسدت الأرض بغلبة الكفر، وتمكُّن الطغيان، وأهل المعاصي.

“Seandainya Allah tidak melindungi sebahagian umat manusia (yaitu mereka para ahli maksiat dan kesyirikan pada Allah Swt) dengan sebagian yang lain (yaitu orang-orang yang taat kepada Allah dan iman kepada-Nya), pasti telah rusaklah bumi ini atas kemenangan kekufuran, dan pelampauan batas dan keberadaan ahli maksiat.”

Selain itu, dijelaskan juga dalam Tafsir Ibn Katsir bahwa keberadaan orang shaleh akan menjadikan orang-orang yang ada di sekelilingnya aman dari adzab dari Allah Swt, akan selalu mendapatkan pertolongan dan rizki dari-Nya. Berikut sebagian ulasannya:

Pertama;

قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ، رَحِمَهُ اللَّهُ: حَدَّثَنِي أَبُو حُمَيْدٍ الْحِمْصِيُّ أَحْمَدُ بْنُ الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُوقَةَ عَنْ وَبَرَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: “إِنَّ اللَّهَ لَيَدْفَعُ بِالْمُسْلِمِ الصَالِحٍ عَنْ مِائَةِ أَهْلِ بَيْتٍ مِنْ جِيرَانِهِ الْبَلَاءَ”. ثُمَّ قَرَأَ ابْنُ عُمَرَ: ﴿وَلَوْلا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الأرْضُ﴾  وَهَذَا إِسْنَادٌ ضَعِيفٌ فَإِنَّ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ [هَذَا]  هُوَ أَبُو زَكَرِيَّا الْعَطَّارُ الْحِمْصِيُّ وَهُوَ ضَعِيفٌ جِدًّا.

Sungguh dengan keberadaan seorang muslim yang shalih, Allah akan melindungi seratus keluarga yang menjadi tetangganya.

Kedua;

ثُمَّ قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنَا أَبُو حُمَيْدٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: “إِنَّ اللَّهَ لَيُصْلِحُ بِصَلَاحِ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ وَلَدَهُ وَوَلَدَ وَلَدِهِ وَأَهْلَ دُوَيْرَتِهِ وَدُوَيْرَاتٍ حَوْلَهُ، وَلَا يَزَالُونَ فِي حِفْظِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مَا دَامَ فِيهِمْ”.

“Sungguh kesalehan satu orang muslim itu akan menjadi penyebab Allah memperbaiki anaknya, anak dari anaknya, dan penduduk daeranya, dan daerah-daerah sekelilingnya, dan akan selalu dalam perlindungan Allah selama ia (orang shaleh) berada di antara mereka.”

Ketiga;

وَهَذَا أَيْضًا غَرِيبٌ ضَعِيفٌ لِمَا تَقَدَّمَ أَيْضًا. وَقَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ مَرْدَوَيْهِ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنِي حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أسماء  عن ثوبان -رفع الْحَدِيثَ-قَالَ: “لَا يَزَالُ فِيكُمْ سَبْعَةٌ بِهِمْ تُنْصَرُونَ وَبِهِمْ تُمْطَرُونَ وَبِهِمْ تُرْزَقُونَ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ”.

Selama ada 7 orang shaleh di antara kalian, maka kalian akan selalu mendapatkan pertolongan (dari Allah Swt), dan akan diturunkan kepada kalian hujan, dan akan diberi rizki hingga datang hari kiamat.

baca juga USTADZ KHOIRUL UMAM: “HAL KECIL BISA BERNILAI BESAR”, INI SYARATNYA

Keempat;

وَقَالَ ابْنُ مَرْدَوَيْهِ أَيْضًا: وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ  حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَرِيرِ بْنِ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاذٍ نَهَارُ بْنُ عُثْمَانَ اللَّيْثِيُّ أَخْبَرَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ أَخْبَرَنِي عُمَرُ الْبَزَّارُ، عَنْ عَنْبَسَةَ الْخَوَاصِّ، عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قِلابة عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: “الْأَبْدَالُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ بِهِمْ تَقُومُ الْأَرْضُ، وَبِهِمْ تُمْطَرُونَ وَبِهِمْ تُنْصَرُونَ” قَالَ قَتَادَةُ: إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ الْحَسَنُ مِنْهُمْ

“al-Abdal (orang-orang shaleh pilihan Allah, yang jika satu di antara mereka wafat, maka Allah akan menggantikan dengan yang lain) di kalang umatku ada 30 orang, yang dengan keberadaan mereka bumi akan tetap tegak, manusia akan diberikan hujan dan mendapatkan pertolongan dari Allah Swt.”

Terakhir, kita memohon kepada Allah swt, semoga Allah swt berkenan menjadikan kita termasuk dari orang-orang shalih lagi muslih. Āmīn Yā Rabbal-‘Alamīn.

Pen : Al-Ustadz M. Shohibul Mujtaba, M.Ag
Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam – UNIDA Gontor

One Comment

  1. Pingback: Terapi Lapar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *