UNIDA Gontor – Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin menyampaikan nasehat secara umum kepada seluruh civitas akademika, bahwa Mahasiswa harus selalu waspada terhadap diri sendiri, selalu mensukuri atas nikmat yang telah diberikan Allah swt, selalu meningkatkan kualitas spiritual. Beliau menekankan “one day one juz”.

Sedangkan bapak wakil dekan menyampaikan Beda PTP (Perguruan Tinggi Pesantren) dan PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Perbedaanya terletak pada pada sisi relasi spiritual antara Dosen dan mahasiswa atau mahasiswa dan mahasiswa yang lain. Misalnya, Dosen secara naluri akan selalu mendo’akan mahasiswa dalam setiap kesempatan. Selain itu, halaqah-halaqah juga sering diadakan bukan hanya membucarakan ilmu unsich, tetapi berisi nilai nilai Islam secara umum dan jiwa-jiwa pesantren secara khusus. “Inilah yang tidak ada di Harfard dan Cambrige”, kata Dr. Adib selaku Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin

Grade dalam belajar mahasiswa juga menjadi tema yang disampaikan. Pertama, mahasiswa harus menganalisa, yaknk Menemukan yang fenomenal, lebih menonjol atau berbeda dengan Fakta. Semakin banyak bacaan, semakin tajam menganalisa. Kedua, Selanjutnya, mengavualasi yaitu membantah dan memberi kritikan. Ketiga, merupakan maqam yang paling tinggi yaitu mengamalkan ilmu yang dipelajari. Bapak Wadek menyitir ungkapan” al-ilmu bila tasamrin kassyajar bila tsamarin”

Selain itu, bapak Wadek juga menyampaikan prospek khidmah mahasiswa Ushuluddin. Faktanya, Umat Islam menanti mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang bisa menjawab tantangan kehidupan sehari-hari. Dalam kontek 4.0, mahasiswa Ushuluddin dalam menyampaikan prinsip Aqidah harus kontemporer, millenial, bisa menggunakan sarana digital seperti facebook, youtube, IG dll. Membuat konten keagamaan.

Kumpul dan Evaluasi Bulanan Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Bersama Bapak Dekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *