afi.unida.gontor.ac.idKediri – Sabtu siang (30/11/2019) UNIDA Gontor kampus Kediri mengadakan rapat koordinasi seluruh dosen bersama Fungsionaris Fakultas Ushuluddin. Acara dimulai pukul 15.02 WIB oleh Al-Ustadz Abu Darda dengan perfotoan bersama yang dihadiri sekitar 15 orang. Acara tersebut diadakan di Guest House kampus Gontor 3 Kediri.

Ustadz. Syamsul Hadi Untung sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin menyampaikan beberapa hal kabar baik pondok maupun kampus pusat. “Pondok dan kampus tidak pernah tidur, artinya terus bergerak walaupun hari Jum’at, seperti kemarin di UNIDA Gontor mengadakan senam pagi bersama”. Ujar Dekan Fakultas Ushuluddin.

Tambahnya, acara minggu-minggu ini juga sangat banyak sekali, kedatangan tamu penting seperti; Ust Abdul Somad, Menteri Kesehatan, dan Wakil Rektor al-Azhar Cairo, serta acara-acara kedepannya.

“Tidak lupa selalu mendoakan bapak-bapak Kyai dan bapak Rektor” acap Ustadz. Syamsul Hadi Untung

Beliau selalu mengiangtkan untuk selalu bersyukur,  karena belum tentu orang lain seperti kita sekarang ini. Dan seperti yang telah disampaikan oleh bapak Kyai Hasan selalu curiga diri kita sendiri, apakah kebaikan yang kita lakukan sudah sempurna?

Selain itu, Ust Syamsul Hadi Untung mengambil kata hikmah dari Ibn Atoillah Al Sakandari jika diri kita menganggap bahwa orang lain itu lebih baik dan berhak untuk masuk surga, maka orang lain pun akan menganggap diri kita juga lebih baik. “Sedikit menginfaqkan kepada pondok dengan cara membagi ilmu kita kepada mahasiswa-mahasiswa kita”. Ujar Dekan Fakultas.

Guru senior sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin ini juga menyampaikan apa yang sudah disampaikan oleh bapak wakil Rektor 1:

1. Dosen menegur mahasiswa bagi terlambat.

2. Dosen agar selalu mengabsen kehadiran mahasiswa.

3. Agar dosen-dosen selalu mengiatkan untuk selalu membuka artikel-artikel di jurnal

4. Menghimbau kepada dosen agar selalu menulis Jurnal perkuliahan.

5. Agar selalu menjadi teladan bagi mahasiswa. Kejujuran dan keteladanan adalah dua kalimat yang selalu diterapkan di Pondok.

Kemudian, Ust Asep Awaludin, M.Ud selaku Kaprodi SAA juga menyampaikan perihal prodi SAA. Beliau menyampaikan mengenai pembagian jadwal perkuliahan kepada dosen yang hadir.

Menindaklanjuti yang disampaikan oleh bapak Dekan mengenai berkembangnya 4.0 bahwa sistemlah yang akan berjalan, salahsatunya tentang nilai. “Bapak-bapak dan ibu-ibu dosen agar secepatnya menguploud nilai dalam Siakad dengan waktu 7-10 hari setelah UAS”. Ujar Kaprodi SAA. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai contoh RPS mata kuliah yang sudah ada di prodi SAA.

Setelah 20 menitan yang sudah disampaikan oleh Ust Asep, kemudian terakhir Kaprodi AFI Ustadz. Isom Mudin, M.Ud. bahwa RPS itu termasuk 1 dari 6 dokumen dari OBE. “Jangan sampai tugas-tugas administrasi kantor mengganggu pada fokus perkuliahan mahasiswa, maka dari itu mohon bantuan kepada asatidz untuk membuat RPS mata kuliah”. Ujar beliau.

Selain pada pembelajaran, beliau juga mengingatkan kepada dosen agar selalu memperhatikan bidang penelitian dosen seperti menulis dalam Jurnal, baik jurnal Kalimah, JRJS, Tasfiyah maupun Studia Quranika.

Tambahnya, bahwa kekurangan yang ada di prodi AFI kampus Kediri adalah referensi dan buku-buku perkuliahan, guna membantu mahasiswa dalam penulisan tugas dan skripsi nantinya”.

Dr. Iskandar Sani, M.Ag sedikit menambahkan bahwa ada 3 tenaga yang InsyaAllah siap membantu mengajar di Kediri.

Selain itu juga Ust. Abdul Haris, M.Pd. menambahkan kegelisahan tentang tulisan tangan mahasiswa yang kurang baik, agar dosen juga memperhatikan betul tulisan-tulisan tangan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *