afi.unida.gontor.ac.id Teknologi merupakan salah satu bentuk perkembangan tradisi ilmu pengetahuan yang banyak memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Bahkan, hingga kini kedudukannya tidak dapat ditinggalkan dari kehidupan sehari-hari. Di samping itu, perkembangannya yang cukup pesat telah merasuki ke dalam beberapa ranah bidang keilmuan yang lainnya, diantaranya yaitu kosmologi dan astronomi.

Hal ini sebagaimana yang terlihat dalam kunjungan kegiatan Studi Pengayaan Lapangan Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor di Planetarium Negara yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Di dalamnya kita banyak melihat bahwa diantara tokoh-tokoh Barat yang telah berkonstrinbusi dalam pengembangannya pun tak terkecuali ilmuwan Muslim telah memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam perkembangan sains, seperti halnya al-Khawarizmi dengan salah satu konsep kuadran-nya yang banyak membantu di dalam perkembangan astronomi dan navigasi. Di samping itu, al-Khawarizmi menghasilkan Zij al-Sindhind yang mengandungi teks astronomi Islam yang lengkap bagi pengiraan kalender.

Foto Bersama Mahasiswa Ushuluddin di depan Gedung Planetarium

Kegiatan ini pun juga disambut baik oleh mahasiswa Ushuluddin, hal ini dapat dilihat dengan cukup antusiasnya mahasiswa dalam mengkaji ilmu-ilmu yang berkaitan dengan alam yang terdapat di Planetarium tersebut. Adapun Planetarium ini merupakan salah satu bangunan pusat pengkajian akan ilmu Alam yang terdapat di Malaysia. Sebenarnya, dalam kunjungan kali ini, diharapakan mahasiswa Ushuluddin mampu memahami dan mengenal alam sebagai salah satu langkah awal di dalam mengenal sang Pencipta-Nya. Sehingga dalam hal ini mahasiswa diharapkan mampu mengalinya lebih dalam lagi baik dari segi filosofis, maupun teologis. Adapun kegiatan ini berlangsung pada 1 Desember 2019 yang terletak di Kuala Lumpur Malaysia.

Selain itu terdapat hal yang cukup menarik juga, bahwa dalam Planetarium tersebut kita juga disuguhkan dengan beberapa miniatur dari roket maupun pesawat ulang-alik milik para angkasawan. Di tempat tersebut pula, kita juga banyak belajar terkait astronomi sepertinya halnya konsep sfera alam semesta. Gerakan ini merupakan salah satu gerakan langit yang didasari oleh pandngan Yunani, yaitu bagaimana susunan Bulan, planet-planet dan bintang-bintang di sekeliling Bumi?.

Kegiatan Mahasiswa Ushuluddin di Planetarium Negara

Menurut filsof Yunani, Aristoteles, bumi berada dalam keadaan diam karena dia merupakan pusat alam semseta. Mereka beranggapan bahwa matahari, bulan, planet-planet da bintang-bintang yang bergerak mengelilingi Bumi sebagai titik pusatnya.

Keberadaan Planetarium Negara ini telah didirikan sebenarnya ketika pada masa Jabatan Perdana Menteri pada tahun 1989. Namun, proyeknya dimulai pada tahun 1990 dan disiapkan pada tahun 1993, dan baru diresmikan oleh Perdana Menteri ke-4, Tun Dr. Mahathir Mohamad pada tanggal 7 Februari 1994. Dimana setahun kemudian telah dipindah alihkan kepada Kementerian Sains, Teknologi, dan Alam Sekitar Malaysia. Tetapi, kini lebih dikenal dengan Kementerian Tenaga, Sains, Teknologi, Alam Sekitar, dan Perubahan Iklim (MESTECC).

Dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa juga diharapkan mampu menambah wawasanya, khususnya kegiatan di luar kelas. Hal ini bertujuan agar mahasiswa diharapkan dapat memiliki pengetahuan yang luas.
Pen. Maulidin

Lihat Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *