afi.unida.gontor.ac.id Tepat pada tanggal 30 November sekitar 47 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan ditemani 3 pembimbing terbang ke Kuala Lumpur untuk melaksanakan rangkaian kunjungan ke beberapa destinasi dalam rangka Studi Pengayaan Lapangan (SPL), perjalanan yang kurang lebih menempuh dua setengah jam ini akhirnya berhasil menyampaikan rombongan pada pukul 4 pm waktu Malaysia.

Beruntungnya tepat pada hari ini juga RZS-CASIS UTM Kuala Lumpur juga akan mengadakan kuliah legendarisnya dengan Pendiri lembaga ini Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud yg dikenal juga sebagai Saturday Night Lecture yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

Melihat momen ini, beberapa mahasiswa AFI kemudian berinisiatif untuk turut hadir meramaikan acara yang sejatinya warisan dari tradisi ISTAC dulu dimana Prof. Syed Muhammad Naquib Al-Attas sebagai pembentang utamanya.

Saturday Night Lecture

Terlihat beberapa cendekiawan dari Indonesia datang dan secara serius mendengarkan sang Professor saat berbicara, diantara mereka adalah Al-Ustadz Dr  Adian Husaini, Al-Ustadz Adnin Armas M.A dan Al-Ustadz Dr. Alwi Alatas. Berikut adalah poin-poin yg telah disampaikan Prof. Wan Daud membahas bab awal dari Magnum opusnya ‘Educational Philosophy of S.M.N. Al Attas’ yang dibawakan dalam bahasa inggris:

  • Dalam melihat suatu hal yang sama terkadang terdapat perbedaan dalam memahami atau memaknainya dan itu tergantung pada framework yang digunakan oleh kelompok atau aliran pemikiran tersebut, seperti halnya Purisme dan Utilitarianisme, yang berbeda memahami dan memaknai sebuah nilai. Sebagai orang dengan paham Purisme yg condong secara rigid dan ketat dalam memahami dan menafsirkan sesuatu tidak mau memberikan tambahan + (plus) atau – (Minus) pada nilai A, Berbeda dengan yang berpaham Utilitarianisme yang lebih menekankan nilai praktis dalam memberikan penilaian.
  • Salah seorang Orientalist Itali yaitu Alessandro Bausani telah memberikan kesimpulan menarik terhadap per kembangan sains Islam dimana ia melihat bahwa tawhid adalah elemen terpenting dalam pengembangkan sains, lebih daripada itu prof Wan Daud juga menekankan bahwa dalam ajaran Islam hal-hal spiritual harus di formulasikan dalam proses pendidikan Islam sebagai sebuah sikap dan perbuatan, bahwa spiritual adalah aspek fundamental dalam kehidupan ini yg harus mewarnai kehidupan seorang Muslim dalam segenap tindak tanduknya baik itu dalam hubungannya dengan Tuhan secara vertikal atau horizontal, hubungan manusia dengan hewan dan alam
  • Islam mengajarkan bahwa realitas tidak hanya melalui metode saintifik dan matematis. Ada sisi realitas yang tidak bisa dicerap dengan panca indera biasa, karena inilah ketiadaan cara untuk membuktikannya secara sepihak melalui instrumen panca indera ini bukanlah bukti atas ketiadaan hal tersebut. Oleh karena itu dalam ajaran Islam setidaknya realitas terbagi menjadi dua yg disebut alam as-syahadah atau the seen dan alam al-ghaib atau the unseen, sedangkan alam ghaib sendiri juga mempunyai beberapa tingkatan yang dalam aliran metafisika tradisional dikenal dengan alam malakut, jabarut, dan lahut.
  • Dalam Sains saat ini sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan mengenai realitas ghaib atau unseen mereka sebut sebagai Dark Maker.
  • Orang- orang Kristen memahami Tuhan melalui penafsiran Platonik dan Aristotelian seperti yg diprakarsai oleh St. Agustin dan Thomas Aquinas, Inilah yang berkembang di Abad Pertengahan, dimana metafisika masih meruakan suatu yg dominan dalam pemikiran para teolog dan filsuf saat itu, adapun perkembangan teologi dan metafisik di abad modern seperti halnya Immanuel Kant Yang bersikukuh bahwa Tuhan dan metafisika tidaklah dapat difahami dan didekati atau yang disebut dengan noumena, dab bagi Kant hal-hal ini cukup dipercaya saja.
  • Dalam ajaran Islam, Tuhan secara lansung mengenalkan diri-Nya, karena itu nama Allah adalah sebuah nama sebutan (proper name) yang bernilai Wahyu, bukan nama yang diturunkan atau didapatkan melalui suatu proses kesejarahan.
Prof Madya Khalif Muammar A Haris

Reporter Hanif, Choirul, Gigih, Fattah, Maulidin, Riza Reyhan

Lihat Juga:

One Comment

  1. Pingback: Landasan Pemikiran Agama Baha'i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *