Tepat tanggal 5 Desember 2019, sekitar 26 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan ditemani  2 pembimbing berangkat menuju ke Jakarta untuk melaksanakan rangkaian kunjungan ke beberapa objek ilmiah dalam rangka studi pengayaan lapangan (SPL), perjalanan yang kurang lebih menempuh tiga belas  jam ini akhirnya berhasil menyampaikan rombongan pada pukul 10.00 wib.

studi pengayaan lapangan; Kunjungan ke Kantor Majelis Rohani Nasional Baha’i Indonesia merupakan awal  langkah kami dalam rentetan kegiatan kami kali ini. Pada kesempatan kali ini, kami beruntung bisa bertemu dengan dr. Nasrin Nastani, selaku staff Majelis Rohani Nasional Baha’i Indonesia dalam Organisasi Agama Baha’i  tersebut. Dengan bertemakan “Perkembangan Baha’i di Indonesia”, kami mendapatkan banyak informasi yang tidak kita ketahui sebelumnya. Diantaranya adalah prinsip-prinsip dasar agama Bahai yang dijelaskan secara ringkas oleh dr. Nasrin Nastani, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai Sejarah munculnya Agama Bahai di dunia, dan kami juga dipertontonkan sebuah film pendek yang dibuat untuk memperingati 200 tahun Sang Bab yang berjudul “Bicentenary : The Light of the World”, sebuah film yang menggambarkan kesan dan  rasa bahagia para penganut agama ini dari berbagai belahan dunia, yang dikemas secara apik dengan berbagai info sejarah dan penjelasan prinsip-prinsip dasar Agama Baha’i.

baca juga SPL DAN SNL BERSAMA PROFESSOR WAN MOHD NOR WAN DAUD

Dan kami juga diberikan kesempatan bertanya mengenai agama baha’i dan adapun beberapa poin penting yang dapat kami dapatkan dari sesi tanya jawab ini antara lain :

  1. Dalam konsep keselamatan Hidup, agama Baha’i beranggapan bahwa setiap penganut yang menjalani jalan Tuhanya, maka ia akan selamat. Berdasarkan pada kepercayaan mereka, Semua Agama itu adalah sama, yang berbeda hanyalah lafal pengucapan dan istilah saja
  2. Menurut Baha’i setiap manusia adlah berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah, sehingga bagi agama ini tata cara pemakaman mayatnya adalah dengan dikubur dan bukan selain itu (dikremasi misalnya). Proses pemakamannya sendiri adalah di tempat orang tersebut meninggal, dengan keyakinan bahwa seluruh bumi ini adalah bumi Tuhan, tidak ada bedanya sama sekali, sehingga mayat tidak harus dipulangkan ke mana ia dilahirkan.
  3. Dalam konsep pengampunan dosa dalam agama Baha’i, mereka beranggapan bahwa dosa akan diampuni dengan cara menghadap kepada tuhan, memohon ampunan, mengakui kesalahan.
  4. Konsep اًفعال العباد  (Perbuatan Manusia) menurut Baha’i bisa di bilang sama dengan Islam aliran sunni ,bahwasannya mereka ber analogi manusia itu ketika masih kecil di berikan benang dan jarum dan setelahnya terserah bagaimana manusia itu memakainya atau merajutnya, atau yg dapat kita pahami disini adalah manusia itu diberikan Tuhan potensi utk melakukan sesuatu dan tergantung bagaimana manusia itu menyikapinya.

Baca juga Agama Baha’i Bukan Bagian dari Islam

Dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa juga di harapkan mampu menambah wawasannya, khususnya kegiatan di luar kelas atau di lapangan. hal ini bertujuan agar mahasiswa di harapkan dapat memiliki pengetahuan yang luas.

Pen : Muhammad Irvan Ihsan
Muhammad Arief
Mahasiswa Semester 6 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor

2 Comments

  1. Pingback: Memahami Makna Radikalisme bersama INSIST

  2. Pingback: PENGKULTUSAN ORANG SHOLEH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *