afi.unida.gontor.ac.id– Jumat (27/12/2019) yang lalu, Unida Kampus Putri menyelenggarakan Festival Darussalam (FESDA). Fesda merupakan acara tahunan yang diselanggarakan oleh Dema (Dewan Mahasiswi). Pada kesepatan kali ini, Fesda diselenggarakan di Gontor Putri Kampus 1, dan diikuti oleh delegasi dari setiap kampus putri. Yaitu delegasi asal Gontor Putri 1, 2, 3, 5 dan Unida Reguler.

Acara ini dibuka pukul 06.00 pagi, di Auditorium Gontor Putri Kampus 1. Kemudian, dilanjutkan dengan perlombaan yang dimulai pada pukul 08.00 pagi. Acara melibatkan seluruh Mahasiswi UNIDA diseluruh Fakultas dan Program Studi. Pembukaan berjalan secara teratur dan lancar meskipun terdapat beberapa kendala-kendala kecil yang dapat diatasi oleh panitia. Pembukaan Festival UNIDA ini guna menjelaskan visi misi dan tujuan diadakan FESDA, sehingga seluruh mahasiswa betul-betul mengerti dan memahami mengapa acara ini diadakan. Selain itu diacara pembukaan dijelaskan betapa pentingnya seluruh acara yang ada di lingkungan kampus UNIDA Gontor.

BACA JUGA : PESAN GUBERNUR ANIES BASWEDAN UNTUK GENERASI MILLENIAL

Fesda yang merupakan kompetisi antar kampus putri, melombakan 4 cabang keahlian. Diantaranya adalah olah raga, olah rasa, olah fikir dan olah dzikir. Keempat Olah tersebut sebagai pembentuk mental dan kepribadian mahasiswi. Mahasiswi UNIDA bukan hanya perihal bagaimana mengolah salah satu aspek saja. Akal musti diseimbangkan dengan rasa digiatkan dengan raga dan dan dilandasi dengan dzikir. begitulah UNIDA mendidik para mahasiswi yang lebih dikenal dengan mahasantriwati. Santriwati yang dilevel senior atau “Maha”,maka level, standar dan kualitasnya harus diatas santri.

Acara ini bukan hanya sekedar perlombaan antar kampus putri. Namun, Fesda sengaja diadakan untuk menjadi wadah dalam penyaluran kreativitas para Mahasiswi dan juga mempererat tali ukhuwah islamiyah. Karena didalam acara ini, para utusan tiap kampus bertemu dengan utusan lain yang tidak bisa mereka temui setiap hari. Maka, acara ini menjadi ajang untuk saling berkomunikasi mengeratkan ikatan ukhuwah islamiyah yang menjadi asas pergaulan pesantren.

Dalam hal ini, mahasiswi memang sengaja dituntut untuk aktif dalam segala kegiatan yang diselenggarakan di Universitas. Bukan hanya aktif dalam bangku perkuliahan saja, namun juga aktif dalam berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan oleh kampus ini. UNIDA menyadari bahwa mental dan kepribadian mahasiswi harus berperan aktif dimanapun berada. menjadi singa-singa betina yang mampu bertahan dan berjuang dimedan apapun, entah hal-hal yang berkaitan dengan akademik ataupun non-akademik

BACA JUGA : AL-USTADZ SYAMSUL HADI UNTUNG: “PLAN WHAT YOU DO, DO WHAT YOU PLAN”

Penutupan di laksanakan di Auditorium Kulliyatu-l Banat pukul delapan malam oleh Al ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. Pada Fesda kali ini, Gontor Putri 1 berhasil memperoleh juara umum. Kemudian disusul oleh Unida reguler. Penutupan sekaligus pembagian hadiah berjalan lancar, meriah dan semarak. Suara dukung mendukung semakin menghidupkan malam para mahasantriwati dengan kemeriahan dan sorak syukur gembira.

Meskipun sempat diguyur hujan, namun para peserta terlihat semangat dan aktif dalam mengikuti perlombaan. Hujan membuat acara semakin meriah karena para mahasiswi ditantang kegigihan dan kesemangatan dalam mengikuti perlombaan. Bukan hanya perihal kesemangatan dan kegigihan para mahasiswi dalam berlomba akan tetapi menguji komitmen serta tanggung jawab. Karena masing-masing utusan membawa nama baik kampus, fakultas, programstudi, angkatan dan nama baik diri sendiri.

Usai acara ini, diharapkan para mahasiswi memperoleh pengalaman yang berharga dan tidak berhenti dalam menggali bakat dan kreativitasnya.

Pen : (Rahmah Mega A/AFI 4)
Ed : Nabila Huringiin

2 Comments

  1. Pingback: Ciptakan Mahasiswi Sitti-l kull, Dema adakan pemilihan Miss Campus

  2. Pingback: Tarbiyah Amaliyah : Proses akademik dengan olah rasa, pikir dan dzikir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *