Ponorogo-Sabtu 25/1/2020 Fakultas Ushuluddin adakan pembekalan Studi Akademik Kampus Siman yang bertempat di Hall Cios. Acara dihadiri oleh Bapak Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, dan seluruh mahasiswa semester 2 Fakultas Ushuluddin yang akan melaksanakan studi akademik nantinya.

Acara dilaksanakan secara formal, dipandu oleh Kholis Mardia (mahasiswa Aqidah dan Filsafat semester 2) selaku MC dan dilanjutkan pembacaan lantunan ayat suci al-Quranul Karim yang dibawakan oleh Aji satrio (mahasiswa Ilmu al-Qur’an dan Tafsir semester 2), yang membacakan surah al-Isra ayat 11 smpai 12.

Dilanjutkan pengarahan dan pembekalan yang disampaikan oleh Bapak Wakil Dekan al-Ustadz. Dr. Adib Fuadi Nuriz, M. Phil.  

Beliau mengawali pembicaraannya dengan mengajak semua yang hadir untuk selalu bersyukur selalu.  “Alhamdulillah, UNIDA Gontor masuk dalam “Top universities in Indonesian di urutan ke 183 karena secara kualitas dan kuantitas maju”

Bapak Wakil dekan juga menyampaikan bahwa orang yang sukses adalah orang yang melepas baju kebesarannya dengan mengatakan “kul ha anadza” (katakan apa adanya).

Tanpa panjang lebar, beliau menyampaikan mengenai pokok-pokok yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Studi Akademik;

“Studi Akademik ini tujuan utamanya bukan jalan-jalan, tapi Studi Akademik ini tujuannya untuk mengisi diri kita, pikiran kita, pengalaman kita yang sudah kita dapatkan di kelas, serta untuk mengecas pengetahuan kita ini sebagai mahasiswa UNIDA Gontor” ucap beliau

Tambahnya, beliau juga memberikan pengarahan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang nantinya sebagai bekal para mahasiswa, seperti; Bagaimana perkembangan tasawuf modern, apa pendekatannya, apa wiridannya? Bagaimana konsep mursyid dalam tasawuf dulu dengan sekarang? Bagaimana menjadi zuhud di zaman kontemporer ini? dan lain sebagainya.

“Tantangan kita ke depan bukan bagaimana belajar filsafat, studi agama-agama, dan tafsir, tetapi lebih dari pada itu, karena perkembangan ilmu Ushuluddin sangat cepat sekali. Penelitiannya betul-betul menemukan hal yang baru”. Tambahnya.

Harapan beliau kajiannya bukan hanya mengumpulkan data saja, tetapi lebih dari itu, perlu juga analisis. Beliau juga menyemangati bahwa orang Ushuluddin itu berpikiran maju ke depan, karena mereka belajar mantiq dan filsafat.

Di akhir penyampaiannya, beliau berpesan untuk selalu jaga kesehatan dan jaga kekompakannya, jangan sampai mengecewakan tuan rumahnya.

Kemudian dilanjutkan pesan dan nasehat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung selaku Dekan Fakultas Ushuluddin.

Pertama kali beliau mengevaluasi terkait keterlambatan para peserta datang pengarahan; “Terlambat mati tidak apa-apa, tapi jangan sampai terlambat datang, terlambat studi, terlambat nikah, terlambat ibadah dan lain-lain”. Kalian harus bisa memanage waktu kalian, agar bisa menjadi orang yang baik” Ucap beliau.

Tambahnya bahwa Studi Akademik bukan acara jalan-jalan semata, ingat bahwa belajar adalah inti kegiatan pendidikan, sedangkan proses pendidikan identik dengan proses belajar, bahwa belajar bukan demi ilmu pengetahuan semata, melainkan demi kehidupan juga.

“Setelah Studi Akademik nanti berilah kami beberapa rekomendasi positif untuk prodi dan fakultas.” harapannya.

Selain itu, bahwa studi akademik kita ini adalah proses pengakuan tentang kelebihan pihak lain dan akan menjadikan sebagai bahan pembelajaran ke depan.

“Studi Akademik adalah proses belajar mengakui kekurangan diri, mengapresiasi kelebihan orang lain, serta keinginan untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan diri untuk menjadi lebih baik”.

Senada dengan itu, “Studi Akademik yang akan kalian jalani mempunyai beberapa makna,: (1). Pengakuan yang mungkin adanya kelemahan dan kekurangan pada diri kita; (2). Mengakui dan mengapresiasi pihak lain; (3). Ada keinginan yang kuat memperbaiki kelemahan dari kita;”

 Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung juga selalu mengingatkan mengenai rencana, jangan sampai kita tidak mempunyai rencana kegiatan, sehingga kegagalan menghampiri kita.

Akhirnya, beliau juga menyampaikan mengenai laporan. “Jangan lupa laporan, bentuk tim untuk laporan dan finalisasi laporan, dan laporan juga bisa lewat web”.

“Usahakan harus ada implementasi setelah acara ini”. Ucap beliau.

Reporter: Hutama
Editor: Joko Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *