afi.unida.gontor.ac.id – Yogyakarta, Kegiatan Studi Akademik mahasiswa program Studi Aqidah dan Filsafat Islam semester dua kali ini tidak hanya mempelajari hal-hal yang bersifat akademisi saja.

Lebih dari itu, kegiatan yang dilangsungkan harus terdapat nilai-nilai pendidikan sebagaimana yang biasa diterapkan dalam keseharian pondok. Ketua Program Studi AFI al-Ustadz. Moh. Isom Mudin, M.Ud. sering kali mengingatkan dalam beberapa kesempatan;

“Bahwa apa yang selama ini dikerjakan dalam lingkungan pondok, juga harus terapkan dalam kehidupan sehari-hari, atau bahkan di rumah sekalipun. Sehingga kebiasaan baik itu menjadi hal yang terbiasa dan menjadikan kita semua menjadi lebih baik lagi”. Begitulah kurang lebih bunyi redaksinya.

Seperti halnya kegiatan Studi Akademik ini. Maka kebiasaan mahasiswa santri, seperti; mengaji, membaca al-Ma’tsurat bahkan kultum ba’da subuh turut serta mewarnai jalannya Studi Akademik kali ini.

Yang menarik ialah, pada saat shalat subuh tadi pagi!

Setelah shalat subuh, ada kegiatan kultum yang dibawakan oleh saudara Kanda Jauhar Ghani. Mahasiswa asal Banten ini membawakan pesan singkat yang cukup mengena bagi para kami yang mendengarkan.

Ia memulai dengan sebuah ungkapan; “Sebagai mahasiswa, kita harus sama-sama menjaga al-Qur’an sebagai identitas jati diri kita”.

Sebuah ungkapan pembuka yang cukup mengena. Yang terkadang kita lalai sebagai seorang mahasiswa.

Kemudian ia kembali menjelaskan tentang bagaimana cara kita untuk dapat menjaga al-Qur’an dalam diri; “Hal yang pertama yang dapat dilakukan ialah dengan sering membacanya, kemudian lantas menghafalkannya” ungkapnya yang juga ternyata seorang mahasiswa zona tahfidz UNIDA Gontor.

“Usahakan kita semua menjaga dan menghafal al-Qur’an dengan baik dan benar”, ia menimpali di tengah antusias teman-temannya mendengarkannya.

Lebih jauh lagi. Ia juga mengatakan bahwa “dengan membaca al-Qur’an di pagi dan sore hari akan menjadikan kita semakin cerdas dan memperkuat ingatan dalam diri kita semua”, Tandasnya.

“Jangan berpikir bahwa dengan menghafalkan al-Qur’an kita akan menjadi merugi. Disebabkan kita berpikiran akan banyak kehilangan banyak waktu karena menghafalkannya atau membaca al-Qur’an. Justru sebaliknya, dengan kita membaca al-Qur’an menjadikan hidup kita tenang dan akan lebih terarah. Jika tidak percaya coba saja!” ia menambahkan kata sebelumnya.

Terakhir ia juga menyampaikan bahwa “kita juga harus memikirkan akhirat, jangan hanya sibuk dengan duniawi. Kita perlu mempersiapkan kehidupan setelah kematian dengan melakukan kebaikan”.

Ini menjadi sebuah kalimat penutup yang cukup memberikan kesan dengan seribu pesan bagi kami yang mendengarkan secara seksama.
Rep. Joko Kurniawan

Studi Akademik; Kanda kultum
Studi Akademik; Kanda kultum
Studi Akademik; Kanda menjadi Imam Sekaligus Kultum Bada Subuh
Studi Akademik; Kanda menjadi Imam Sekaligus Kultum Bada Subuh

One Comment

  1. Pingback: Metode Menghafal al-Qur’an dan Manfaat Membaca Serta Menghafalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *