Oleh: Kanda Jauhar Ghani
Mahasiswa Semester II Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA Gontor

afi.unida.gontor.ac.id – Yogyakarta, disela-sela padatnya kagiatan Studi Akademik (SA), mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor menyempatkan untuk memberikan kuliah tujuh menit selepas ba’da subuh. Acara ini memang sudah di agendakan oleh para panitia SA sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Beberapa pokok yang disampaikan dalam Kultum tersebut ialah:

Sebagaimana yang kita ketahui al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang wajib kita mengamalkannya (membaca dan menghafalnya), dimaksud dalam membaca: membaca dan mengetahui bacaan tajwid dan makhorijul huruf di sini adalah dengan cara yang baik dan benar, serta juga dengan menggunakan tanda bacaan waqf seperti: Waqf lazim yang berarti harus berhenti , Adamul waqf maksudnya dilarang berhenti , sedangkan al-Waqfu aula adalah berhenti lebih utama, Al-waslu aula adalah disambung lebih utama , Waqf jaiz yaitu boleh berhenti dan boleh pula disambung, Waqf Mu’annaqah berarti boleh berhenti disalah satu tanda tersebut namun tidak boleh berhenti dikeduanya, sedangkan Ruku’ yaitu tanda akhir surah.

Di sini saya akan menjelaskan tiga cara menghafal al-Qur’an: membaca – menulis – mendegar

Cara sebagaimana akan dijelaskan di bawah ini, tergantung pada kesempatan dan kecakapan masing-masing penghafal. Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut.

Pertama, menghafal sesuai kemampuan setiap hari, kemudian menggulanginya pada hari yang sama

Kedua, menghafal sedikit, dan mengulanginya sedikit, serta menentukan waktu masing-masing.

Ketiga, membaca ayat yang akan dihafal dengan tajwid dan secara tartil didepan guru. Hai ini akan mempermudah seorang penghafal mendapatkan hafalan yang benar.

dan Keempat, menelaah tafsir ayat yang akan dihafal. Hal ini akan memperkuat hafalan seseorang karena mengetahui makna ayat yang akan dihafalnya.

Studi Akademik; Kultum Subuh
Studi Akademik; Kultum Subuh

Serta di sini juga akan menyampaikan metode cara menghafalkan al-Qur’an dengan baik dan benar berdasarkan ajaran guru saya yaitu Al-ustadz. Shohibul Mujtaba M.Ag. (Direktur Markaz al-Quran), yaitu dengan 4 metode cara mengahafalnya di antaranya adalah dengan cara:

Pertama, Talaqqy, yaitu dengan cara si murid mendatangkan dirinya kepada sang muhafidz dengan apa yang ingin dihafal si murid tersebut, dan si muhafidznya membacakannya beberapa ayat-ayat Al-quran yang ingin dihafal murid dengan bacaan tajwid dan makharijul huruf yang baik dan benar dan murid tersebut mendengarkannya apa yang sedang dibaca sang muhafidz.

Kedua, Tasmy, yaitu dengan cara si murid menyetorkan hafalan yang sedang dihafalkannya kepada sang muhafidz yaitu setelah proses talaqy apa yang di bacakannya ayat-ayat al-quran di cara talaqy tersebut dan muhafidz tersebut mendengarkannya dengan baik dan benar hafalan yang sedang disetorkannya tersebut, dan cara ini merupakan apabila ada letak kesalahan pada murid tersebut dalam membaca dan menghafalkan ayat-ayat Al-quran, lalu sang muhafidz langsung menegor keselahannya nya dalam membaca dan menghafalkannya ayat-ayat Al-Qur’an dan membenarkannya dengan besertakan bacaan  tajwid dan makhorij al-huruf yang baik dan benar maupun bacaan tanda waqaf.

Ketiga, Tahfidz, yaitu dengan cara membaca serta juga melihat tanda bacaan ayat-ayat Al-Qur’an terlebih dahulu secara tajwid, mahkhorij al-huruf, dan juga tanda waqaf secara berulang-ulang kurang lebihnya lima kali membacanya, setelah itu mulailah murid tersebut menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an nya dengan tartil dan benar tajwid, makhorijul hurufnya dan juga tanda waqafnya secara berulang-ulang juga sampe benar-benar lancar kurang lebihnya sampe tujuh kali pengulangan hafalan.

Keempat, muroja’ah, yaitu dengan cara membaca serta menghafalkannya juga secara berulang-ulang sampe benar-benar hafalan itu melekat/hafal di otak kita secara baik dan lancar. Dan waktu yang lebih efiktif dalam menghafalkan al-Qur’an yaitu ketika diwaktu pagi hari tepatnya setelah sholat subuh, dan juga kita memuroja’ahkan hafalannya ketika kita sedang melakukan sholat-sholat sunnah, yaitu pada pada sholat sunnah dhuha, sholat sunnah hajjat, sholat sunnat tahajud, agar hafalannya benar-benar hafal di otak/pikiran kita

Berikut di bawah ini saya akan memberitahukan manfaat membaca dan menghafalkan Al-Qur’an:

  • Bagi anak yang menghafalkan al-quran dan membacanya akan memberikan dan membantu kepada orang tuanya mahkota untuk menjadi penghuni surga
  • Bagi yang menghafal dan membaca Al-quran ketika di pagi hari dan di sore hari, maka Allah akan memberikan kepada hamba yang menghafal dan membaca al-quran tingkat derajat kecerdasan pada otaknya serta cara berpikirnya.
  • Bagi yang menghafal dan membaca al quran, maka Allah akan memberikan kemudahan pada proses belajar/menuntut ilmunya dengan baik, contoh : Dalam usaha mendapatkan usaha beasiswa untuk lulus di fakultas kedokteran , maka yang dibutuhkan lebih utama yaitu para penghfal Alquran untuk mendapatkan beasiswa tersebut, Dll.
  • Bagi yang membaca dan menghafal Al-quran, jadi manfaatnnya adalah: pada setiap huruf dari Alquran yang kita baca terdapat satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaika بِسْمِ االلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمُ  terdapat sembilan belas kebaikan dan dilipat gandakan menjadi 190 kebaikan. Berapa banyak kebaikan yang akan didapat orang yang menggulang-ulang bacaan dan hafalan Al-quran. sungguh, ini merupakan kesempatan emas untuk mengisi umur kita.

Disini juga ada hadist yang menerangkan bagi para penghafal Alquran dan membacanya:

قالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

مَنْ قَرَأَ القُرْأَنَ وَحَفِظَهُ، أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فيِ عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كُلُّهُمْ قَدِ اسْتَوْجَبَ النَّارَ
(حديث رواية ابن ماجح)

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca Al-quran dan menghafalkannya, niscaya Allah akan memasukkannya kedalam surga dan menganugrahinya hak untuk memberikan syafaat kepada sepuluh orang keluarganya yang telah ditetapkan sebagai penghuni neraka”. (HR.Ibnu Majah)

Dari penjelasan di atas semoga kita semakin semangat dalam menghafalkan al-Quranul Karim karena al-Quran sebagai syafaat kita nanti di akhirat. Wallahu a’lam.

Baca juga: Studi Akademik, Tidak Menjadi Persoalan untuk Menerapkan Nilai-nilai Pendidikan yang Sudah Dijalankan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *