Makna Ibadah Dalam Islam

Makna Ibadah Dalam Islam

afi.unida.gontor.ac.id– Ibadah secara bahasa adalah ithaa’ah atau ketaatan, sedangkan menurut Ibnu Taimiyyah adalah kerendahan hati dan rasa cinta kepada Allah SWT yang timbul dari hati seorang hamba, sedangkan menurut syekh Yusuf Al-Qardhawi segala hal apapun itu dalam kehidupan manusia jika didasari dengan niat kebaikan maka akan termasuk sebagai bagian daripada ibadah.

Adapun sholat, dzikir, puasa dan menunaikan ibadah haji merupakan  ritual peribadahan yang mengantarkan manusia pada pemahaman terhadap kesempurnaan akan hakikat yang kita lakukan. Dan setiap dari amalan tidak akan terbuang sia-sia dan pasti akan dihisab. Tidak ada satupun amalan yang tidak di hisab dan dibalas dengan kebaikan nanti di hari pembalasan.

Islam menjawab pertanyaan hati yang bertanya siapa saya ? kemana tujuan perjalanan hidup ini akan pergi ? dan mengapa di ciptakan sebagai manusia ?.Dibalik setiap penciptaan seorang makhluk akan muncul dampak – dampak penciptaan, yaitu : Melahirkan pengetahuan hakikat ilmu, pendidikan, keilmuan-keilmuan, yang berdampak langsung dalam kehidupan sosial .

baca juga Pengertian Ibadah Dalam Islam

Aspek sosial bisa jadi termasuk dengan aspek ritual yang melibatkan ibadah

حب من  الله حب من النااس

Adapun makna sempit daripada ibadah adalah Tazkiyatun nafs atau mensucikan diri, dan beribadah semaunya sendiri, itu adalah termasuk dari kurangnya pengaruh konsep ibadah pada sosial yang tumbuh pada diri seorang hamba sedangkan manusia diciptakan untuk beribadah yang aharus menghasilkan pengaruh kebaikan pada masyarakat social.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Untuk mencapai tingkatan kekhuyusukan dalam beramal ,haruslah seorang hamba merasakan rasa cinta kepada sang pencipta yang telah melimpahkan nikmatnya,takut terhadap azab yang telah disiapkannya bagi orang yang melanggar dan berbuat maksiat ataupun dosa serta berharap sepenuhnya kepada Allah SWT, maka kita akan mencapai tingkatan makrifat.

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Yaitu mereka yang yakin bertemu dengan tuhannya dan sesungguhnya mereka akan kembali kepada-Nya (Al-Baqoroh “46).”

Referensi :

1.Syekh Yusuf Al-Qardhowi, al-ibadah fil islam.
2.M.Kholid Muslih et.al, Worldview islam
3.Prof.Dr. Nasaruddin Umar, Salat Sufistik.

Oleh : Latifah Ainul Qolbi
Mahasiswi Aqidah dan Filsafat Islam Semeter 2

One comment

  1. Pingback: Tazkiyatun Nafs Bagi Mahasiswi Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *