afi.unida.gontor.ac.id – pembukaan festival atau bisa disebut juga Mahrojan Ushuluddin 2020 di kampus Siman UNIDA Gontor berlangsung meriah. Mahrojan Ushuluddin 2020 tersebut di ikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ushuluddin, beberapa diantaranya, dari kampus UNIDA Siman, kampus Gontor 1, Gontor 2, Gontor 3, Kampus UNIDA Mantingan, Gontor Putri 1, Gontor Putri 2, Gontor Putri 3,  dan kampus Gontor Putri 5.

Sebagai opening ceremony, terdapat pidato pembukaan disampaikan oleh wakil rektor III, Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A. dan juga Dekan Fakultas Ushuluddin Ustadz. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.LS. dari berbagai motivasi yang di sampaikan sukses menarik perhatian para peserta Mahrojan Ushuluddin.

Dalam sambutan dari Dekan Fakultas Ushuluddin, Ustadz. Syamsul Hadi untung menghimbau serta memberi beberapa motivasi kepada seluruh peserta Universitas Darussalam Gontor;

“Kami sekedar mengingatkan saja bahwa untuk bisa bersaing untuk bisa menghadapi permasalahan di abad yang ke 21 ini yang semakin kompleks khususnya mahasiswa Fakultas Ushuluddin, dari tiga prodi ini harus mampu dan bisa tumbuh dengan karakter modern penguasaan ilmu pengetahuan dan saintek tentunya harus dikejar, kalian harus mampu mengejar penguasaan ilmu pengetahuan dan juga teknologi, bukan saja mahasiswa umum saja melainkan juga Fakultas Ushuluddin pun harus menguasainya”

“Kalian akan hidup di era yang sangat berbeda, karena belajar dari perubahan-perubahan yang terjadi, dan kita bisa melihat tentunya dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat menentukan masa depan kalian”.

“Sekarang ini kita masih ramai membicarakan 4.0 sedangkan di negara lain 5.0 sudah mulai rame. Kita baru meramaikan 4.0, tapi 5.0 society ini sudah rame dibicarakan di berbagai negara.

Dan untuk bisa menjangkau itu semua, kalian harus mempunyai nilai maupun karakter yang ideal, di antaranya;

  1. Kebiasaan untuk punya rasa ingin tahu, meningkatkan kurisitas sangat amat penting, termasuk daripada tujuan Studi Akademik (SA) dan Studi Pengayaan Lapangan (SPL), semua itu juga sebagai meningkatkan rasa kuingin tahunan kalian. karena kalau tidak demikian kalian tidak akan maju.
  2. Kalian harus mampu membiasakan diri untuk bekerja keras, berpikir keras, yang jelas etos kerja kalian harus ditingkatkan.
  3. Mampu meningkatkan pemahaman kalian terhadap berbagai macam yang kalian hadapi
  4. Kalian juga harus membiasakan diri untuk bereksperimen, tentunya di dalam bidang yang positif.
  5. Kalian harus mampu meningkatkan rasa skeptis, rasa tidak percaya, rasa ragu ragu. kalian tidak percaya menerima informasi dan kalian mau berpikir ulang, saya kira tidak menjadi masalah khususnya di dalam hal yang posistif.

Di samping itu beliau (Ustadz. Syamsul Hadi Untung) juga menghimbau, “Dengan olimpiade ini, kita berharap semua mampu berkompetensi secara jujur, sebagai pembelajaran di masa yang akan datang, seorang ilmuwan termasuk seorang calon pemikir, calon sarjana, ini betul-betul kita harapkan harus bisa mampu menjaga kemurnian, otentisitas dan juga kejujuran. Siapa yang menjaganya dan siapa yang menjaga kalau bukan kita.” Tegas beliau.

Tidak hanya sampai di situ, beliau juga menekankan bahwa “Olimpiade ushuluddin ini salah satu tujuannya adalah membina, membina karakter agar berintegritas jujur, bekerja keras, menghargai prestasi, Tangguh dan cinta Universitas kita UNIDA GONTOR. Tambah beliau; “Cinta kepada Fakultas Ushuluddin itu harus, cinta kepada Universitas itu wajib bahkan lebih daripada harus”.

Seusai Ustadz. Syamsul Hadi Untung berpidato, maka setelah itu dilanjutkan oleh Ustadz. Setiawan Bin Lahuri, Selaku Wakil Rektor Universitas Darussalam Gontor. Beliau tidak hanya memberi motivasi kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin, melainkan juga memberi pesan dan kesan yang sangat menakjubkan, berikut uraian isi pidato beliau;

“Visi daripada UNIDA GONTOR, adalah menjadi Universitas Berbasis pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam Sistem Perguruan Tinggi Pesantren Yang Bermutu dan Berarti Untuk Kesejahteraan Umat Manusia”.

Lanjut beliau seraya berkata, “Melihat daripada misi Universitas ini, kita dari Fakultas Ushuluddin, merasa paling bertanggung jawab, dan merasa dituntut untuk mencapai impian daripada UNIDA Gontor.” UNIDA tentunya sangat membutuhkan calon-calon pemikir muslim, dan itu dicetak di Fakultas Ushuluddin termasuk kalian yang ada di aula ini.”

Tambah beliau, “Menurut saya di antara nilai universal Gontor adalah modernitas, Gontor ini mendunia, Gontor ini internasional karena modern. Di antara ciri-ciri atau indikator modernitas Gontor adalah, modern dalam pola pikir, pola hidup, pola sikap, pola pakaian dan segalanya. Dan itulah yang kemudian membuat Gontor menjadi universal. Maka, tentu nilai-nilai modernitas ini patut kita lanjutkan dan perjuangkan sampai sekarang.”

Di sela pidatonya, beliau juga menyinggung apa yang telah di sampaikan oleh Ustadz. Syamsul Hadi Untung sebelumnya “Kita harus memiliki pola pikir futuristik, pola pikir yang jauh ke depan, pola pikir antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi 10 sampai 20 tahun mendatang”. Ujar beliau. Lebih lanjut lagi, beliau mengatakan, “Gontor ini selalu mengedepankan agar kita bisa menyesuaikan diri di mana pun kita berada dan dengan siapa pun kita berada. Itulah modernitas pendidikan di Gontor. Berfikirnya adalah out of the boxs.

Maka anak-anak sekalian, hal-hal kecil ini menurut saya beberapa nilai yang terus harus kita jaga, kita hidupkan. yang berang kali dalam terminologi Ustadz. Hamid Fahmi Zarkasyi, Living Wisdom. Jadi bagaimana kita hidup dengan nilai-nilai yang terus memotivasi kita untuk bisa hidup mengembangkan diri dan ikut berkontribusi dan ikut memajukan Pendidikan di Universitas Darussalam Gontor.

Maka supaya kita leluasa, supaya kita mampu menyelami Living Wisdom yang ada di kampus ini, mari kita membaurkan diri, mari kita hidup berada ditengah-tengah menyelami nilai-nilai visi perjuangan yang ada di Gontor. Mari kita salami bersama-sama, mari kita hidupi bersama-sama, mari kita resapi bersama-sama, supaya visi keumatan dan kehidupan kita ini menjadi lebih baik.

Saya yakin, ini kalau dibicarakan tidak pernah habis, karena kita berada di wilayah penuh ozon keberkahan seperti apa yang di sampaikan oleh Ustadz. Hidayat. Menerut beliau, ozon keberkahan itu bukan hanya sesuatu yang datang dari langit secara tiba tiba, melainkan  sesuatu yang diupayakan, di doakan, dimunajat, yang terus dilakukan sehingga keberkahan itu selalu ada dan hadir di sanubari kita.

Itulah, beberapa motivasi dan pesan yang disampaikan oleh Ustadz. Syamsul Hadi Untung selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan yang di sampaikan oleh Ustadz. Setiawan Bin Lahuri, selaku Wakil Rektor III, Universitas Darussalam Gontor.

Terakhir Ustadz. Setiawan mengucapkan selamat kepada semua peserta dan atas terselenggaranya acara Mahrojan Ushuluddin 2020. Dan tegas beliau, semoga ini menjadi salah satu cara kita untuk mendidik diri kita sendiri dan kita menularkan nilai-nilai kebaikan dan keberkahan di Universitas Darussalam Gontor ini.

Satu point kesan yang beliau sampaikan, yang mana kesan itu sangat menggiurkan para peserta beserta para dosen yang ada di Hall Lt. 4. Beliau berkata, “terakhir yang buat saya selalu senang di Fakultas Ushuluddin adalah kekeluargaan yang sangat tinggi sekali. Kalau ada acara semuanya hadir, semuanya berkontribusi, semuanya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kebersamaan, dan itu adalah nilai yang sangat mahal yang harus kita pegang teguh”. Secara spontan seluruh peserta yang ada di Lt. 4. merasa bangga mendengarkan kalimat yang sangat menakjubkan di sanubari mereka.
Penulis: Khotibul Umam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *