afi.unida.gontor.ac.idJum’at,14 februari 2020 yang bertepatan dengan tanggal 20 Jumada tsani 1441 H, DEMA Gontor Putri kampus3 mengadakan seminar Workhsop For Muslimah Teens dengan judul Be Mindfull Family. Seminar ini di sampaikanoleh Al- Ustadzah Luthfiyah Hayati. Mindful family adalah kehidupan dua pasangan pernikahan yang berupaya secara sadar mengambil kendali atas hidup,membuat dan memikirkan banyak keputusan serta solusi dari suatu masalah dalam pernikahan.

Tujuan melatih mindful family adalah menahan satu pasword agar bisa keep connected. Tujuan dari melatih mindful family ini agar menjemput keberkahan, belajar bertanggung jawab, membuat keputusan yang bijaksana, dan melatih kepekaan.

Untuk membentuk mindfull ini harus menjalani yang namanya pernikahan. Pernikahan adalah proses penyatuan antara dua insan yang berbeda untuk membina suatu keluarga dalam mecetak generasi – generasi yang islami dan berkualitas. Sebelum seseorang menikah harus saling mengenal kepribadian satu sama lain yaitu melalui ta’aruf. Dalam proses ta’ruf ini yang ditanyakan hanyalah hal-hal penting saja seperti rezekinya nanti dari mana?, hartanya berkah atau tidak?, dan nanti anak akan di didik bagaimana?. Maka ketika ingin melangsungkan pernikahan, seorang lelaki boleh memilih dan seorang perempuan berhak untuk menolak. Sehingga kelak pernikahan nanti akan memperkokoh peradaban yang lebih baik.

Dalam hal ini ustadzah fifi menyampaikan bahwa ada tiga tugas wanita yang mulia yaitu pejuang yang mandiri,menjadi seorang istri yang shalihah setelah menikah, dan menjadi seorang ibu yang amanah. Seperti yang beliau katakan ada beberapa basic skill yang harus dipersiapkan sebelum menikah,yaitu mencintai ilmu agama sepanjang masa, ilmu manajemen ( diri,waktu,emosi dan finensial ), menjadi sumber cinta dan penguat jiwa ( ibarat rumah ), ilmu tentang nutrisi baik untuk tubuh maupun jiwa,sebelum menikah fokus meningkatkan kepada orangtua.

Ada juga beberapa hal lain yang harus dipersiapkan sebelum menikah yaitu mengambil kendali atas kepercayaan diri, berpikir positif,mengenali diri sendiri, menelaah apa yang bisa memicu pikiran positif dan negatif, mengetahui prinsip-prinsip yang mau dijalankan, mengubah kebiasaan kecil, belajar berfokus pada jalan keluar, pandai bersyukur, memberdayakan diri dengan pengetahuan, memikirkan kolaborasi yang akan dilakukan bersama pasangan. Dan yang terakhir pikirkanlah serta istikharahlah sebelum memilih masa depanmu.

Oleh : Sarah Kurnia Dewi Lubis

Berita Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *