Oleh: Ali Yasrif
Mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor

afi.unida.gontor.ac.id – Milenial atau disebut juga dengan Generasi Y ( Gen Y) adalah kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal tahun 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an.

Dalam akun resmi kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia kominfo.go.id dijelaskan bahwa istilah ini berasal dari dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Srtauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.

Dilansir dari tirto.id  disebut dengan sebutan milenial karena satu satunya generasi yang sempat melewati milenium kedua semenjak teori generasi ini diutarakan petama kali oleh sosiolog Karl Manheim pada tahun 1923 melalui esainya yang berjudul “The Promblem if generation” ,  berdasarkan teori Manheim para sosiolog di Amerika Serikat membagi manusia ke dalam beberapa generasi, yakni :

  1. Generasi Era Depresi
  2. Generasi Perang Dunia II
  3. Generasi Pasca Perang Dunia II
  4. Generasi Baby Boomer I
  5. Generasi Baby Boomer II
  6. Generasi X
  7. Generasi Y ( milenial)
  8. Generasi Z
  9. Generasi Alpha

            Dalam beberapa web berita indonesia seperti liputan6.com, okezone.comdan  finansialku.com, menjelaskan bahwa :

  1. Generasi Era depresi / tradisionalis (1922 – 1945 )
  2. Generasi Baby Boomers (1946 – 1964 )
  3. Generasi X (1961 – 1980 )
  4. Generasi Y ( 1981 – 1994 )
  5. Generasi Z ( 1995 – 2010 )
  6. Generasi Alpha (2011 – sekarang )

Baiklah setelah mengetahui dimana posisi kita sekarang menurut waktu kelahiran, penulis akan menjelaskan sifat dan karakteristik yang dimiliki para manusia pada generasi tersebut secara umum.

Generasi tradisionalis adalah generasi yang lahir pada kejadian The Great Depression  akibat krisis ekonomi global dan mereka adalah saksi dari terjadinya perang dunia kedua.

Baca Juga: Sains dan Teknologi, Cara Lain Beramal Sholeh

Generasi Baby Boomers adalah  generasi yang lahir setelah perang berakhir dan pada saat itu manusia mengalami pertumbuhan kelahiran yang sangat cepat, mereka lahir pada masa – masa mempertahankan kemerdekaan sehingga perlu menata kehidupan bernegara. Mereka sangat matang dalam pengambilan keputusan karena pengalaman kehidupan yang pernah dilalui. Generasi ini sangat peduli terhadap keturunannya ,  mereka tidak ingin anak anaknya merasakan  kesusahan yang dirasakannya saat masa – masa kemerdekaan.

Generasi X adalah generasi yang mulai mengenal namanya komputer, kata X pada generasi ini dipopulerkan melalui novel yang berjudul Generation X : Tales for an Accelerated Culture yang ditulis oleh Douglas Coupland. Pada generasi X kehidupan antara pekerjaan, pribadi dan keluarga cenderung seimbang.

Generasi Y adalah generasi yang lahir pada saat teknologi sedang berkembang dengan pesat. Selain mengalami transisi dari segala hal yang bersifat analog ke digital, milenial atau generasi Y tumbuh pada masa – masa matangnya nilai – nilai persamaan dan hak asasi manusia. Dengan pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, generasi ini penuh dengan ide – ide visioner, inovatif untuk melahiran pengetahuan dan penguasaan IPTEK. Generasi ini memiliki motto Work life balance tidak selalu mengejar harta tapi lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama dan eksistensi diri agar dihargai secara sosial. Keseimbangan gaya hidup dan pekerjaan menjadi hal yang paling penting bagi mereka, dan mereka cenderung bersifat komsutif.

Generasi Z adalah generasi yang sejak lahirnya sudah sangat mengenal teknologi, begitu  akrabnya dengan internet generasi Z suka mencari popularitas dengan aktif di sosial media, mereka seolah tak bisa lepas dari gadget dan aktifitas media sosial. Menurut lansiran socialmedia.org, 44% dari generasi ini memeriksa media sosial setidaknya setiap jam sekali.

Generasi Alpha adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi dan dengan kakaknya bahkan lebih tertarik dengan gadget semenjk belia dari pada permainan tradisional. Dari situs worldometers.info sekitar 400 ribu generasi alpha lahir pada setiap harinya dan  akan mencapai 2 miliar pada tahun 2025.

Dari penjelasan di atas kita bisa membedakan antara generasi milenial dan generasi yang ada sebelum dan sesudah generasi tersebut, tidak hanya generasi milenial saja yang terus terngiang dalam pikiran kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *