Kediri – Integrasi Agama dan Sains merupakan salah satu isu besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang meliputi banyaknya penemuan penemuan baru dalam bidang sains. Tentunya dengan berkembangan Sains yang sangat signifikan, banyak para saintis yang melupakan peran agama yang terkandung dalam sains tersebut sehingga menafikan peranan agama dalam perkembangan sains tersebut. Padahal peran agama dalam sains itu sangat bersangkutan dan tidak dapat dipisahkan karena sejatinya semua ilmu pengetahuan dan sains itu berasal dari akar yang sama yaitu Allah Swt. Maka sebagai respon terhadap adanya dikotomi antara agama dan sains dirumuskanlah sebuah rumusan Integrasi Agama dan Sains.

Demikianlah sedikit penjelasan yang dipaparkan oleh Chandra Dwisetyo Widodo, seorang mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) semester 6 Universitas Darussalam Gontor Kampus 4 Kediri, dalam seminar proposal skripsi (SPS) dengan judul skripsinya “Integration Islam and Science According to Badiuzaman Said Nursi” yang dilaksanakan pada 11 Maret 2020. Acara tersebut dihadiri Ketua Program Studi AFI Al Ustadz Moh. Isom Mudin, M.Ud dan jajaran dosen-dosen AFI, tidak hanya itu seluruh mahasiswa AFI dari semester 2 hingga semester 6 pun turut hadir dalam SPS perdana tersebut yang juga sekaligus SPS perdana program studi AFI di seluruh kampus putra putri Universitas Darussalam tahun 1441/2020.

Terdapat hal menarik yang membuat suasana dalam seminar tersebut lebih menarik yaitu disaat pembicara hendak menjelaskan materinya akan tetapi pembicara sedikit “nervous” atau gugup, walaupun sedikit nervous akantetapi pembicara dapat menyelesaikan materinya dengan baik dalam bahasa Inggris. Diakhir materi, terdapat kutipan motivasi yang disampaikan pembicara yaitu :

“I believe that everyone is able to make his story, but it won’t be easy to make history.”

Yang berarti saya percaya bahwasanya setiap orang mampu untuk membuat ceritanya sendiri akan tetapi untuk membuat sebuah sejarah itu tidak mudah. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari mahasiswa yang hadir dan beberapa koreksian dari dosen-dosen dan kemudian setelah Ashar dilanjutkan dengan Monitoring dan Evaluating dari jajaran dosen-dosen.

Author : Chandra Dwisetyo/AFI 6/Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *