afi.unida.gontor.ac.id – Peringatan PERSEMAR (Peristiwa 19 Maret 1967) di Universitas Darussalam Gontor. Acara rutinitas tahunan Pondok Modern Darussalam Gontor ini diadakan di seluruh kampus di berbagai daerah. UNIDA Gontor mengadakan acara ini pada Sabtu, 21 Maret 2020. Acara diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa UNIDA Gontor.

Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A membuka sambutan dengan menjelaskan sakralitas, urgensi dan tujuan mengapa peristiwa 19 Maret 1967 (Peringatan PERSEMAR) harus diperingati setiap tahunnya. Beliau menjelaskan kronologi sekilas dimulai dari tahun 1965, yang terkait dengan keadaan Indonesia yang secara politis sedang tidak stabil saat itu, sehingga hal tersebut berdampak kepada pondok.

Dalam peringatan tersebut, poin pelajaran terpenting adalah kita perlu terus meneguhkan spirit dan nilai identitas santri agar kultur dan struktur pondok dapat terus kita jaga dengan baik.

Selain itu, poin-poin lainnya yang dapat dipetik dari acara peringatan tersebut adalah:

  1. Jika terdapat permasalahan, sebaiknya diselesaikan secara musyawarah.
  2. Dengan bertambahnya titel akademis seseorang, tidak boleh membuatnya menjadi sombong atau bahkan merasa paling pintar. Karena kesombongan itu pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri. Justru dengan bertambahnya titel, keikhlasannya dalam berkorban dan mengabdi di pondok harus lebih baik lagi.
  3. Seorang santri harus percaya dan hormat kepada Kyai. Itu adalah sebuah kunci kemajuan santri tersebut dalam belajar dan kunci kemajuan pondok juga.
  4. Dalam menyelesaikan masalah, kita perlu mencari jalan yang terbaik.

Sambutan Bapak Rektor dilanjutkan dengan penjelasan sekilas tentang sejarah Pondok dan pembacaan teks asli Trimurti Pendiri Pondok oleh Bapak Wakil Rektor. Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A, M.ed.

Rep : Nabila Huringiin
Dosen Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *