afi.unida.gontor.ac.id -Stigma bahwasannya “mahasiswa Ushuluddin hanya belajar teori tanpa ada kegiatan praktikum dalam perkuliahan” yang menyebar di kalangan mahasiswa terpecahkan dengan diraihnya penghargaan untuk kategori Jami’ Ambassador oleh salah satu mahasiswa Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor pada acara Dewan Kepengasuhan Choice Awards yang diselenggarakan pada hari jumat 27 Maret 2020.

Dewan Kepengasuhan Choice Awards yang merupakan acara yang diprakarsai oleh Direktorat Kepengasuhan Universitas Darussalam Gontor ini memberikan penghargaan bagi mahasiswa dan dosen berprestasi dalam beberapa kategori yang mencakup olah dzikir, olah fikir, dan olah raga. Yang diselenggarakan di Hall Gedung Terpadu Lt. 4.

Salah satu kategori dalam  DKP Choice Awards adalah Jami’ Ambassador.  Penghargaan yang diberikan kepada mahasiswa teraktif dalam kegiatan masjid dan sholat berjamaah.  Penilaian untuk kategori ini di dapat lewat presentase kehadiran dalam sholat berjamaah dan keaktifan dalam menyukseskan kegiatan masjid.

Kategori Jami’ Ambassador Menjawab stigma yang ada, bahwasannya Mahasiswa Ushuludin hanya belajar teori-teori agama tanpa ada jam praktek seperti program studi yang lain. Kali ini Alfi Huda, mahasiswa Ushuluddin program studi Aqidah dan Filsafat Islam smester 6  menjawab anggapan salah dari kebanyakan orang dengan meraih penghargaan tersebut.

Diraihnya penghargan untuk kategori tersebut menunjukan kepada semua orang bahwasannya mahasiswa Ushuluddin memiliki lahan praktek yang tidak ada dalam kegiatan perkuliahan melainkan lebih luas dari itu, yaitu terdapat di seluruh lini kehidupan salah satunya adalah dalam hal beribadah dan keaktifan menghidupkan kegiatan masjid.

“belajar agama bukan hanya untuk sekedar memahami seluk beluk agama melainkan untuk menjadikan agam menjadi landasan hidup dan pegangan dalam menjalani kehidupan” itulah prinsip yang terus ditanamkan para dosen Ushuluddin kepada para mahasiswanya.

Prinsip tersebut menjdi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia sekarang yang telah kehilangan landasan moral, dan bimbang dalam menentukan pijakan hidup. Mahasiswa ushuluddin dipersiapkan bukan hanya untuk sekedar menjadi pekerja ataupun pemimpin biasa melainkan untuk menjadi manusia bermoral dan berpendirian kuat. Dan siap menjadi pekerja ataupun pemimpin yang berprinsip, bermoral, dan memegang teguh agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan ini, semoga mahasiswa Universitas Darussalam Gontor khususnya mahasiswa Ushuluddin bisa terus berprestasi di segala bidang dan dapat menerapkan imunya dalam kehidupan sehari-hari. dan dapat menciptakan persaan saling bersaing dalam kebaikan “fastabiqu al-khoirot”

Rep: Mawardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *