Oleh: Mawardi
Mahasiswa Aqidah Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor

afi.unida.gontor.ac.id Di tengah kondisi wabah yang menyerang seluruh penjuru dunia. Universitas Darussalam Gontor yang merupakan jenjang lanjutan dari Kulliatul Mualimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor, memanggil kembali mahasiswanya demi menjalankan kegiatan pendidikan yang berbasis pesantren. Mahasiswa baru diberikan waktu hingga tanggal 17 juni 2020 untuk kembali ke kampus sedangkan untuk mahasiswa lama waktu terakhir kembali ke kampus adalah pada tanggal 22 juni 2020. Dengan menjalankan seluruh arahan dari protokoler kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah

Panitia yang bertanggung jawab menyambut dan melaksanakan seluruh arahan pemerintah dengan menyediakan 2 pos guna memernuhi seluruh arahan dari protokoler kesehatan. Pos pertama adalah tempat penyemprotan disinfektan, Pengecekan suhu dan dokumen-dokumen, serta penyeterilan atau pembersihan badan (mandi). Sedangkan pos kedua adalah pos untuk pemeriksaan kesehatan sebelum bisa memasuki tempat karantina yang disediakan oleh kampus.

Panitia Sangat Berantusias Menyambut Kedatangan Mahasiswa

Ibrahim, selaku mahasiswa di Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) yang berperan juga sebagai panitia penyambutan mahasiswa, mengatakan bahwasannya efektifitas pendidikan khususnya pendidikan pesantren tidak akan bisa terwujud hanya dengan pengajaran secara online. Hal ini berhubungan dengan tujuan kampus yang berbasis pesantren seperti UNIDA bukan hanya melahirkan lulusan yang cerdas dan kompeten di bidangnya masing-masing. Melainkan dapat melahirkan lulusan yang berakhlak, berkarakter islami dan kompeten dibidangnya seperti halnya disebutkan dalam UU Kepesantrenan 2019 pasal 3a. Sedangkan pendidikan karakter dan akhlak tidaklah mungkin cukup jika tidak dilaksanakan secara langsung dan tatap muka.

Salah seorang staf kependidikan UNIDA, Hisyam, nengutarakan pendapatnya bahwasannya semua keputusan kiyai harusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Hal ini berdasarkan undang-undang 18 tahun 2019 pasal 1 ayat 11dan pasal 8 ayat 2 tentang kepesantrenan. pasal 1 ayat 11 yang berisikan “para masayikh atau para pembesan pondok memiliki hak untuk menetapkan dan merumuskan sistem guna menjamin mutu pendidikan pomdok pesantren.”

Baca Juga: Pintar Dalam Menyikapi COVID-19

Menurut pertimbangan berbagai pihak, pembentukan karakter dan akhlak yang merupakan materi dan cita-cita utama suatu pondok pesantren harulah dilaksanakan guna menjamin mutu pendidikan di pondok pesantren. Oleh sebab itu Kampus yang berbasis pesantren memiliki hak untuk memanggil kembali para mahasiswanya demi berjalannya pendidikan khas pesantren.

Selain itu, pasal 8 ayat 2 yang menyatakan bahwasannya “penyelenggaraan pesantren dilaksanakan dengan tetap menjaga keunikan dan kakhasan yang dimiliki”. Sedang kekhasan yang ada pada Universitas ini adalah pemberian uswatul hasanah dan pendidikan moral secara langsung seperti halnya pesantren pada umumnya.

Al-Ustadz. Sohibul Mujtaba yang merupakan dosen tetap UNIDA GONTOR mengatakan bahwasannya segala kebijakan kampus merupakan kebijakan resmi dari kyai dan pimpinan pondok Modern Darussalam Gontor  KH. Hasan Abdullah Sahal.”alasan mengapa unida memanggil kembali mahasiswanya adalah murni taat kepada pimpinan pondok pesantren gontor” tuturnya ketika kami wawancarai pada kamis 18 juni 2020. Ketaatan seorang santri kepada kiai-nya adalah salah satu budaya dan kekhasan yang dimiliki pesantren serta harus terus dilestarikan. Oleh sebab itu, langkah yang diambil merupakan langkah yang tepat bagi kebaikan para mahasiswanya.

One Comment

  1. Pingback: Yudisium Mahasiswa Baru UNIDA GONTOR Mahasiswa UNIDA GONTOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *