afi.unida.gontor.ac.id Syeikh Yusri adalah seorang Ulama Al-Azhar yang masyhur, Mursyid Syadziliyah dan sekaligus dokter bedah internasional. Tulisan ini disadur dari nasihat beliau di acara Internasional Webinar bertajuk “Imunostimulan berbasis Al-Qur’an Era Covid-19 dan Wacana New Normal di Belahan Dunia“ yang diselenggarakan oleh IBN Tegal, 20 Juni 2020.

Amma ba’du :

  1. Sebagaimana telah diketahui, bahwasanya baginda nabi SAW telah bersabda: ” Sesungguhnya Allah telah menciptakan obat bagi setiap penyakit, wahai hamba Allah, maka berobatlah kalian”.
  2. Sebagaimana juga diketahui bahwa obat-obatan bisa menjaga kesehatan bagi manusia. Oleh sebab manusia terdiri dari badan, jiwa dan ruh, dan ketika ruh bertemu dengan badan maka terbentuklah nafs (jiwa), dimana ada penyakit yang menimpa pada badan, dan ada juga penyakit yang menimpa pada hati dan jiwa, adapula penyakit yang menimpa pada ruh, maka manusia diwajibkan untuk berobat dari seluruh penyakit ini serta menjauhinya.
  3. Adapun menjaga badan, adalah dengan cara memberikan asupan dengan rizki yang halal, tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya, sebagaimana baginda nabi SAW telah bersabda: ” kami adalah kaum, yang tidaklah makan kecuali apabila kami lapar, dan ketika kami makan, maka tidaklah sampai kenyang.
  4. Allah Swt, telah menghalalkan makanan yang baik untuk kita, dan mengharamkan setiap makanan yang buruk bagi kita, juga setiap makanan yang mengandung racun dan berbahaya, sehingga badan kita senantiasa terjaga dengan kesehatannya.
  5. Kemudian Allah juga mensyariatkan untuk mengobati jiwa (hawa nafsu) dari segala penyakitnya, yaitu dengan cara tidak mengikutinya dan mendidiknya agar sesuai dengan ajaran baginda nabi SAW, akhlak yang lurus.
  6. Adapun nafsu yang ammarah (selalu menyuruh untuk berbuat dosa) maka harus segera membersihkannya dari suka mengeluh, tidak sabar, ambisi, dan dari segala sifat yang tercela, sehingga nafsu ammarah ini berubah menjadi nafsu lawwamah.
  7. Nafsu lawwamah adalah (jiwa yang senantiasa mencela ketika ia berbuat dosa dan kesalahan), yaitu merupakan suara hati anda, yang membuat anda menyesal ketika kamu melakukan perbuatan yang tidak pantas, atau meninggalkan sesuatu yang seharusnya anda kerjakan, sehingga anda akan berpindah dari nafsu lawwamah menjadi nafsu yang muthmainnah, lalu setelahnya menjadi nafsu yang kamilah, radhiyah, dan mardhiyyah.
  8. Dan semua ini adalah dengan cara mempelajari tentang sirah kehidupan baginda nabi SAW, berpegang erat dengan orang-orang shalih, banyak dzikir dan istiqamah dalam menjalankan syariat Allah, dan juga cinta kebaikan untuk orang lain.
  9. Adapun mengobati ruh, adalah dengan bertaat kepada Tuhannya, membaca kitab Allah, karena sesungguhnya Kalamullah adalah merupakan kehidupan untuk ruh.
  10. Barang siapa yang ingin bermunajat dengan Allah, maka bacalah Al-Qur’an, dan barang siapa yang ingin berinteraksi dengan Allah, maka shalatlah, sebagaimana telah dijelaskan oleh baginda nabi SAW.
  11. Dan apabila ruh itu sudah kuat dengan membaca Al-Qur’an, dan hati menjadi kuat dengan berdzikir kepada Allah, serta badan menjadi kuat dengan makanan yang halal, maka tidak ada yang mampu menyakiti anda kecuali apabila Allah menghendakinya, kecuali apa yang telah Allah takdirkan untuk anda.
  12. Karena sesungguhnya system ketahanan yang ada di dalam tubuh ini, akan menjadi semakin kuat dengan adanya hati yang tenang, berdzikir kepada Allah, dan dengan makanan yang halal.
  13. Maka dari itulah kami sarankan kepada para hadirin sekalian khususnya dalam keadaan pandemi seperti ini, agar senantiasa berusaha untuk mengkonsusmi makanan yang halal, berusaha untuk melakukan pengobatan sesuai dengan yang diajarkan oleh baginda nabi SAW, seperti madu yang di dalamnya mengandung obat, begitu juga dengan habbatul barakah, dan juga apa saja yang telah dijelaskan oleh baginda nabi SAW mulai dari cara mengkonsumsi makanan.
  14. Dan sebisa mungkin kita menghindari dari makanan yang tersusun dari banyak bahan, kita mengkonsumsi makanan yang sederhana.
  15. Semakin makanan itu sederhana dan tidak tersusun dari bahan yang bermacam-macam, serta tidak ditambahkan bahan-bahan yang lain, maka akan lebih bisa dalam menjaga kesehatan.
  16. Begitu juga kita tidak makan kecuali apabila sudah merasa lapar, dan ketika makan tidak sampai kenyang, maka semua ini akan membantu kita agar kita lebih kuat untuk menjalankan apa yang telah Allah perintahkan kepada kita, sesungguhnya seorang mu’min yang kuat adalah lebih dicintai oleh Allah dari pada seorang mu’min yang lemah.
  17. Begitu juga kita berusaha untuk membaca Al Qur’an, bertadabbur terhadap makna-maknanya, karena sesungguhnya Al Qur’an adalah obat, Alqur’an adalah cara mendekatkan diri kepada Allah, Alqur’an adalah petunjuk.
  18. Dan juga khususnya di Negara anda sekalian, sebisa mungkin anda berusaha untuk belajar bahasa Arab, agar tidak ada penghalang diantara anda untuk memahami Al Qur’an, karena Kitabullah sesungguhnya berbahasa Arab, dan hanya bisa dipaham dengan lisan yang berbahasa Arab.
  19. Dan bahasa Arab adalah bahasa yang mudah, karena AlQur’an juga mudah, sebagaimana dalam ayat dikatakan: ” ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر” yang artinya ” Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al Qamar: 17).
  20. Maka dari itu bagi setiap muslim yang tidak bisa berbahasa Arab untuk berusaha belajar bahasa Arab, dimana bahasa Arab itu mudah dan indah.
  21. Dan diantara bukti kemudahan bahasa Arab adalah apa yang dituliskan itulah yang diucapkan, berbeda dengan bahasa Perancis misalkan, terkadang 5 6 huruf tidak dibaca, ditulis tetapi tidak dibaca.
  22. Begitu juga di beberapa bahasa yang lain, tertulis akan tetapi tidak dibaca. Berbeda dengan bahasa Arab, yang mana setiap yang tertulis akan dibaca, sehingga bagi yang sudah mengerti huruf Arab maka ia akan mudah untuk mempelajari bahasanya.
  23. Setelah itu ia mempelajari makna dari kata-kata dalam bahasa Arab, dan semua itu mudah sesuai dengan janji Allah, ketika membaca Al-Qur’an maka tadaburilah maknanya, merasakan maknanya, menjalankan seluruh perintahnya, dan menjauhi segala larangannya.
  24. Semua itu akan membuat badan kita kuat, ketenangan dalam hati, dan kedua hal tersebut adalah factor utama dalam menguatkan ketahanan tubuh (imun), sehingga mampu untuk menghadapi virus-virus ini, yang mana mereka hidup bersama kita akan tetapi kita tidak bisa melihatnya.
  25. Udara juga dipenuhi dengan bakteri-bakteri, begitu juga dengan makanan dan minuman. Akan tetapi Allah Ta’ala telah menjaga kita darinya, dengan system ketahanan yang bermacam-macam, dimana yang paling penting adalah rasa percaya diri kepada Allah, bersandar hanya kepada Allah, menjaga kebersihan diri, biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, baginda nabi SAW memerintahkan kita untuk menggunakan siwak (menggosok gigi), baginda juga melarang kita dari mengkonsumsi makanan yang buruk.
  26. Semua hal-hal yang dianjurkan oleh baginda nabi SAW, dan disertai berdzikir kepada Allah, serta membaca AlQur’an, maka semua hal ini menjadikan anda mampu untuk melewati masa pandemi ini dengan aman dan selamat.
  27. Dan saya berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan keselamatan kepada kita, anda sekalian, para orang-orang yang kita cintai, seluruh umat islam, dan seluruh penghuni bumi ini dari segala keburukan, dan semoga Allah mencabut nyawa kita dalam keadaan yang terbaik, dalam keadaan islam, iman dan ihsan, wa salamun alal mursalin, walhamdulillah rabbil alamin.

Diterjemahkan oleh: Sidi Dr. Antony Oktavian, M.A
Editor: Khoirul Fata, Lc., M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *