afi.unida.gontor.ac.id. Unida Gontor mengadakan pengarahan semua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terkait acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) di tahun 2020 yang bertempat di Hall Gedung Markaz Sirah, Senin/29/6/2020. Acara ini dimulai dengan sambutan oleh bapak wakil Rektor I, Al-Ustadz. Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A. dan Rektor II, Al Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A, lalu dilanjutkan dengan pengarahan dari Al Ustadz Noor Syahid, M.Pd. selaku penanggungjawab KKN Unida Gontor.

Kuliah Kerja Nyata atau disebut dengan KKN di Unida tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ustadz Noor Syahid menyampaikan bahwa KKN di Unida Gontor sesuai dengan hasil rapat wakil rektor dengan beberapa Panitia koordinator pelaksanaan KKN tetap ada, akan tetapi terjadi perubahan pada TWC (demikian beliau menyingkatnya) yang merupakan kepanjangan dari Tempat, Waktu dan Cara pada kegiatan KKN.

Bagaimana Skema Pelaksanaan KKN terkait dengan Istilah (TWC), Tempat, Waktu dan Cara Tersebut?

Perubahan ‘tempat’ yang dimaksud adalah dari tempat yang biasanya KKN dilakukan bersama masyarakat di desa-desa sekitar kampus dialihkan ke tempat di mana mahasiswa bermukim saat ini, yaitu di kampus masing-masing. Lalu perubahan pada ‘waktu’, biasanya Unida Gontor melakukan kegiatan KKN dilakukan pada H-10 Ramadhan hingga H-10 Idul Fitri, namun kali ini dilakukan pada bulan DzulQa’dah. Tentu perubahan pada hal waktu ini akan sangat terasa bagi segenap civitas akademika Unida Gontor, karena nuansa berpuasa Ramadhan dengan mengabdi kepada masyarakat akan terasa sangat berbeda jika dilakukan di bulan lain.

Selanjutnya pada hal ‘cara’, cara pelaksanaannya pun menjadi lebih ringkas. Karena Mahasiswa pada hal ini ditugasi dengan membuat makalah dalam sistem tugas individu dan kelompok. Tugas individu memuat tema ‘penugasan dan pengalaman di kampus’. Bisa saja pengalaman selama di KMI maupun di Unida. Mahasiswa dituntut untuk mengambil ‘ibrah dari pengalamannya dan mendokumentasikannya pada kegiatan KKN ini. Yang kedua tugas kelompok, tugas ini bertemakan ‘Corona Virus Disease (COVID-19)’. Pengalaman dan pengetahuan mahasiswa terkait tema ini disampaikan dalam forum diskusi antar kelompok lalu ditulis dalam tulisan ilmiah. Tentu tiap individu mempunyai pengalamanan yang berbeda-beda baik di desanya maupun kampusnya, maka pengayaan pengalaman tersebut perlu disajikan dalam bentuk makalah. Pada makalah ini tentunya mahasiswa dituntut untuk mencurahkan kemampuan analisanya dalam membaca pandemi ini.

Perubahan-perubahan tersebut tentu sangat efektif dengan melihat kondisi pandemi saat ini. Program studi tetap berjalan tanpa harus mengurangi bobot SKS dari beban studi. Sedangkan pengayaan pengalaman mengabdi mahasiswa pun tidak berkurang, mengingat banyak hal yang telah dilakukan oleh mahasiswa selama terjadi pandemi ini di tempatnya masing-masing. Bahkan ini menjadi poin lebih, karena pengalaman mahasiswa di tengah pandemi menjadi terdokumentasikan yang nanti bisa menjadi referensi sejarah di Indonesia ini.

Oleh: Ahmad Farid Saifuddin, M.Ag.
Dosen Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *