afi.unida.gontor.ac.id – Kesetaraan gender dalam pandangan Islam, relasi agama dan gender, gender memandang hubungan laki-laki dan perempuan yang berawal dari persaingan antagonis dan kebencian menurut kaum feminis. Di bidang sudut agama, sudut pandang feminisme ditumpukan pada peran wanita di setiap agama dalam perspektif gender. Sehingga ajaran agama yang tidak memihak terhadap gender maka harus di dekonstruksi dan akan selalu menuntut perkembangan deskontruksi sedikit demi sedikit berdasarkan permasalahan dan perkembangan yang ada.

Apa yang dimaksud dengan Kesetaraan Gender?

Gender adalah kedaulatan tubuh, jadi tubuh perempuan adalah otoritas mereka sendiri yang tidak bisa diganggu gugat, sehingga muncul akar kebebasan mengelola tubuh seperti yang disampaikan Dora Russeli : menjadikan tubuh perempuan sebagai alat politik untuk meraih tuntutan hak-hak perempuan, ide pembebasan tubuh perempuan dalam menikmati kesenangan seksual adalah tema yang ditekankan berulang-ulang untuk memberi kemajuan perempuan ke arah kesetaraan dan kebebasan, maka tugas penting feminisme modern menuntut Russei adalah untuk menerima dan mempropagandakan seks. Dari sinilah muncul ide memonopolitisasi tubuh perempuan untuk menguasai dunia.

Sejarah munculnya Feminisme di Barat, gerakan yang ingin menggulingkan rezim laki-laki di Barat karena kondisi mereka yang mengenaskan sebagai korban inkuisisi di barat atas nama gereja atau bisa disebut dengan trauma akan gereja, inkuisisi selama tiga abad dijalani dan kebanyakan korbannya adalah perempuan, setelah munculnya gerakan pembaharuan munculnya gerakan Feminisme yang tidak membutuhkan laki-laki, feminisme muncul dari pernyataan perempuan yang menunjukkan kekuatannya. Dimana awalnya bukan teori akan tetapi gerakan personal itu sendiri, gender muncul dari jenis kelamin biologis kepada jenis kelamin sosial, untuk membangun opini bahwa karakteristik laki-laki dan perempuan itu, berdasarkan jenis kelamin sosial dan bukan faktor biologis. 

 Perbedaan antara Seks dan gender, seks adalah perbedaan biologis laki-laki dan perempuan berikut fungsi reproduksinya. Gender adalah perbedaan sifat, peran, posisi dan tanggung jawab laki-laki perempuan hasil konstruksi sosial. Ada didalam diri perempuan dan laki-laki yaitu sifat natural dan ini bukan sebagai kekurangan atau kelebihan dan ini bukan pengaruh budaya tetapi bawaan.

Lantas bagaimana Islam memandang perbedaan dan tuntutan kesetaraan gender ini

Kesetaraan sempurna laki-laki dan perempuan di dalam Islam, sebagai manusia, perempuan punya persamaan sempurna dengan laki-laki, sama-sama bisa beristiqomah karena kebajikan tidak berjenis kelamin dan juga kejahatan tidak berjenis kelamin, setara dalam independen dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya, sama-sama mendapatkan pendidikan, setara dalam kewajiban menuntut ilmu baik yang berupa fardu ain dan fardu kifayah, sama-sama diwajibkan terlibat aktif dalam dakwah, setara dalam melakukan transaksi secara mandiri.

Status perbedaan laki-laki dan perempuan, perbedaan yang ada menjadikan sumber perdamaian untuk saling melengkapi di dalam keluarga, perbedaan fisik juga menjadikan untuk saling membantu satu sama lain, perbedaan mendorong tanggung jawab pengabdian didalam kehidupan rumah tangga, perbedaan itu kesempurnaan untuk dapat mendorong masing-masing untuk saling merindukan, psikologi perempuan yang lebih lembut memungkinkan lebih sempurna dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya, sehingga terlihat perbedaan menentukan perbedaan tugas dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan. Seperti yang disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 32 yang artinya bebrbunyi sebagai berikut :

Dan janganlah kalian iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagai dari karunia-Nya Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

Dari pemaparan singkat di atas dapat disimpulkan, Prinsip keserasian gender di dalam Islam, kedudukan manusia dalam Islam tidak didasarkan pada jenis kelaminnya, tetapi tergantung taqwanya, dan Islam tidak menjadikan jenis kelamin sebagai basis ajarannya. Turuq istinbatihil ahkam tidak berdasarkan gender maupun jenis kelamin, manusia dilihat berdasarkan amal dan perbuatannya di dunia dan bukan gendernya.

Nawang Lukman Priyonggo, S.Ag.
Mahasiswa Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *