afi.unida.gontor.ac.idCentre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) merupakan salah satu pusat studi Islam dan Barat di bawah Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Diresmikan oleh Syeikh al-Azhar, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Sayyid Tantawi dan Sekjen Liga Universitas Islam Sedunia, Prof. Dr. Ja’far Abdussalam pada tanggal 5 Mei 2006/7 Jumada Tsaniyah 1427. Di awal berdirinya, CIOS berada langsung di bawah naungan Rektor UNIDA Gontor. Akan tetapi pada 25 Juni 2020, CIOS secara resmi ditempatkan di bawah Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor.

CIOS didirikan berdasarkan suatu pemikiran bahwa Islam adalah agama dan peradaban, dan saat ini sedang berhadapan dengan peradaban besar yaitu Barat. Islam, dalam sejarahnya selalu bersentuhan dengan peradaban asing dan mengambil manfaat dari beberapa elemen penting di dalamnya. Oleh sebab itu, dialog antara Islam dan Barat perlu dilakukan dalam konteks pembelajaran dan pengayaan peradaban Islam.

Kini umat Islam menghadapi kendala dalam melakukan proses tersebut. Hal ini disebabkan oleh dua hal; yaitu melemahnya penguasaan konsep-konsep penting dalam tradisi intelektual Islam dan menguatnya aliran konsep-konsep Barat dalam pemikiran umat Islam. Umat Islam tidak mendalami ilmu-ilmu keislaman dan juga tidak menguasai ilmu peradaban Barat. Akibatnya, umat Islam lebih menghargai konsep-konsep Barat dan bahkan mengambilnya tanpa proses ilmiah, sehingga penggunaan konsep Barat lebih dominan daripada konsep-konsep Islam sendiri.

Maka saat ini umat Islam memiliki dua tantangan, yaitu tantangan internal dan external. Untuk internal didalamnya ada fanatisme, kejumudan, bid’ah dan khurofat. Kemudian tantangan exsternalnya adalah ekonomi, politik, budaya, pendidikan yang datang dari pengaruh asing. Sedangkan tantangan terbesar dari semua itu adalah tantangan pemikiran yang datang dari Barat kemudian Barat melakukan hegemoni, penyerangan, standarisasi, nilai-nilai, worldview kepada jajahannya.

Siapa itu Barat? apakah Barat itu arah mata angin? atau Barat itu nama tempat?

Syed Muhammad al Naquib bin Ali al-Attas mengatakan bahwa Barat itu peradaban yang tumbuh dan berkembang dari kombinasi beberapa unsur, ada unsur Yunani, ada filsafat romawi, ada agama Yahudi, ada agama Kristen menyatu menjadi satu. Sehingga karena dia adalah kumpulan peradaban maka Barat itu bisa dimana-mana.

Mengapa Barat disebut tantangan?

Karena Barat itu ingin melakukan standarisasi, penyamaan persepsi terhadap peradaban lain, utamanya Islam. Memang perjumpaan peradaban itu hal yang lumrah, merupakan proses terwujudnya sejarah, namun yang menjadi masalah adalah ketika suatu peradaban ingin mendikti peradaban lain, ingin nilai-nilai peradaban mereka dianut juga oleh orang lain, memaksakan kehendaknya melakukan standarisasi yang harus dipatuhi dan itu yang dilakukan Barat.  

Untuk menghadapi fenomena ini, maka CIOS berupaya untuk menggali kembali konsep-konsep penting dalam pemikiran ulama salaf saleh, dan pada saat yang sama mengkaji konsep-konsep penting dalam peradaban Barat. Dengan pendekatan ini umat Islam diharapkan mampu mengembangkan konsep-konsep Islam dalam berbagai bidang (ekonomi, pendidikan, politik, budaya sains, sosial, dsb), secara kreatif dengan tetap berpijak pada tradisi pemikiran dan peradaban Islam, serta bersifat kritis selektif terhadap konsep-konsep dari peradaban asing, khususnya Barat. Akhirnya, proses Islamisasi dapat berjalan kembali secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

TUJUAN

Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS) didirikan dengan tujuan untuk:

  1. Mencetak sumber daya manusia yang memiliki basis keislaman yang kuat sekaligus berwawasan kontemporer.
  2. Melahirkan konsep dan teori baru dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.
  3. Menghasilkan penelitian yang otoritatif di bidang kajian Islam dan Barat.
  4. Menyebarluaskan hasil penelitian tersebut.

KEGIATAN

Tujuan tersebut diaplikasikan dalam bentuk kegiatan berupa:

  1. Forum-forum ilmiah skala nasional maupun internasional, seperti workshop, seminar, dan simposium.
  2. Penerbitan hasil penelitian dalam bentuk buku, jurnal, maupun laporan.
  3. Pelaksanaan diskusi rutin pekanan dan bulanan, mengenai masalah-masalah tertentu yang berkaitan dengan pemikiran dan peradaban Islam dan Barat.

Oleh: Harda Armayanto, M.A.
Direktur Eksekutif CIOS UNIDA GONTOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *