Filosof dan Pembagiannya Menurut Imam Al-Ghozali

Filosof dan Pembagiannya Menurut Imam Al-Ghozali

Kajian pekanan kitab Al-Munqidz min Ad-dhalal kembali diselenggarakan di masjid Jami’ UNIDA Gontor pada senin malam (4/1/2021). Pada kesempatan tersebut Al-Ustadz Mujtaba meneruskan pembahasan yang disampaikan pada minggu sebelumnya. Bab yang dibahas pada malam itu mengenai klasifikasi yang diberika oleh Imam Al-Ghozali untuk para filsosof pada masa itu.

            Pembagian klasifikasi yang pertama adalah ad-dahriyun. Mereka merupakan orang-orang yang tidak percaya akan adanya tuhan dan beranggapan bahwasannya alam semesta ini bukanlah hasil ciptaan. Melainkan ada dengan sendirinya tanpa melibatkan pencipata atau Tuhan.

            Kedua adalah at-thabi’iyun. Merekalah yang sering disebut dengan saintis atau orang-orang yang memfokuskan kajian dan penelitian-penelitiannya mengenai alam semesta. Dari penelitian merekan terhadap alam semesta, didapati banyak keajaiban yang ada pada alam ini. terdapat keteraturan struktur dan sistem yang berjalan di alam sekitar. Dari kesimpulan tersebut, mereka mempercayai adanya pencipta dan pengatur alam semesta. Dengan kata lain mereka mempercayai adanya Tuhan.

            Tapi, fokus kajian yang hanya melibatkan hal-hal fisik semata membuat mereka mengingkari adanya seseuatu yang metafisik. Segala yang ada di dunia ini harus dapat diindra dan bersifat fisik jika menggunakan terma filsafat, mereka juga disebut orang-orang metrialis. Ketidakpercayaannya terhadap hal-hal metafisik menyebabkan mereka tidak mempercayai adanya ruh, hari kiamat, akhirat, surga, dan neraka.

            Kelompok filsuf yang ketiga adalah para Teolog atau dalam bahasa yang digunakan oleh Imam Al-Ghozali adalah Al-Ilahiyun. Mereka adalah kelompok filsuf yang mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan. Mereka juga hadir untuk menolak dua golongan sebelumnya yaitu ad-dhriyun dan at-thabi’iyun. Materi pembahasan dalam setiap kajian para teolog tidak terbatas pada hal-hal metafisik, tapi juga materi-materi fisik. Seperti kedokteran, fisika, ilmu falak dan sebagainya. Tapi satu hal yang membedakan antara pembahasan para Thobi’iyun dengan teolog yang juga sama-sama membahas hal-hal fisik adalah mengenai keterkaitan segala sesuatu dengan unsur metafisik. Para teolog tidak mengingkari hal-hal metafisik dan selalu mengaiktkannya dengan seluruh kejadian yang ada pada alam ini, berbeda halnya  dengan para thabi’iyun yang tak mempercayai sama sekali hal-hal metafisik.

Pen. Mawardi Dewantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *