Yudisium Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor

Yudisium Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor

afi.unida.gontor.ac.id – Kamis 7 Januari 2021, Fakultas Ushuluddin menyelenggarakan acara yudisium yang kedua kalinya, dimana yudisium kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena yudisium saat ini dilaksanakan secara offline dan online. Untuk acara yudisum secara offline dapat dilaksanakan bagi mahasiswa yang dikampus pusat dan mahasiswa Gontor, sedangkan pelaksanaan yudisium secara online dilaksanakan oleh mahasiswi Mantingan dan mahasiswa kampus empat Kediri.

Telah kita ketahui bahwa Yudisium adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik. Yudisum juga berarti pengumuman nilai mahasiswa sebagai penilaian akhir dari seluruh mata kuliah yang telah di ambil mahasiswa dan penetapan nilai transkip akademik.

Kegiatan yudisium tersebut dihadiri Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan prodi dan jajaran dosen serta mahasiswa Ushuluddin. Acara diawali dengan pembacaan SK Yudisum dilanjut dengan pengumuman penghargaan bagi mahasiswa terbaik dan dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Dekan Fakultas Ushuluddin menyampaikan bahwa “sekarang kita sudah memasuki zaman 5.0 dimana digitalisasi di berbagai bidang tentunya memudahkan para mahasiswa S1 maupun S2 bahkan S3 dalam menggali ilmu pengetahuan, belajar ilmu pengetahuan sekarang itu sangat mudah tanpa harus melibatkan banyak dosen ataupun orang tua dan ini sangat membantu pemahaman kalian dalam bidang kognitif dan juga keterampilan.”

“Namun terus terang saja dalam bidang afektif mahasiswa, peran guru tidak bisa digantikan dengan kecanggihan teknologi apapun, karena kepribadian dosen yang baik sebagai teladan sangat membutuhkan untuk membentuk karakter. Peran dosen yang semula sebagai sumber pelajar, sebagai pemberi pengetahuan, kini dosen harus mampu jadi mentor, dosen harus menjadi fasilitator, dosen harus menjadi motivator bahkan inspirator dalam mengembangkan imajinasi kreativitas, serta tim kerja pada generasi yang dibutuhkan pada masa yang akan datang” Tambah Beliau.

Selain itu wakil dekan III juga memberikan sambutan kepada para calon wisudawan dan mahasiswa. Beliau menyarankan bahwa bagi calon wisuda harus membaca bab terakhir dari buku minhaj yang ditulis oleh Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil, selaku Rektor Universitas Darussalam Gontor. Jadi jika para calon wisudawan tidak membaca bab terakhir dari buku minhaj itu, maka perlu di ulang wisudannya. Karena kita adalah Mother of Knowledge (Ibu kandung pengetahuan), kita seharusnya mengetahui banyak hal yang sejatinya mahasiswa ushuluddin mempunyai daya pikir yang radikal, disaat Mahasiswa Ushuluddin berbicara tentang pendidikan, maka dia akan berbicara bagaimana sistem dan konsep.

“Betapa luas dan dalamnya wilayah kajian kalian dan tanggung jawab kalian di dalam pertarungan antara yang benar dan bathil. Seorang muslim cara berpikirnya adalah base on wahyu, Anda boleh belajar apapun, Anda boleh mempelajari teori-teori filosof barat, tetapi kalian harus kembali kepada Al-Quran yang menghukumi segala hal.” Imbuh beliau.

Demikian rentetan acara Yudisium dilaksanakan, semoga dapat menjadi langkah awal untuk selalu memperbaiki niat mahasiswa maupun para calon wisudawan. Dan semoga yudisium yang akan datang dapat di laksanakan lebih baik lagi tentunya dapat dilaksakan secara offline semua atau dapat menghadiri secara langsung tanpa melalui proses daring.

Oleh: Mohammad Hotibul Umam, S.Ag
Staff Aqidah dan Filsafat Islam University of Darussalam Gontor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *