Nasehat-nasehat Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. dalam agenda pembukaan UTS Semester Genap 1442 H.

Nasehat-nasehat Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. dalam agenda pembukaan UTS Semester Genap 1442 H.

afi.unida.gontor.ac.id – Pertama, Ust Dr. Abdul Hafidz Zaid berwasiat kepada kami semua, baik dosen, tenaga kependidikan ataupun staf supaya ketika menjelang tidur dan ketika bangun tidur, membiasakan diri bermuhasabah, menata niat dan memperbaiki apa yang semestinya menjadi harapan kita. Sebagai seorang muslim sudah semestinya kita niatkan hidup dan mati kita ini murni untuk mencari ridha Allah; apa yang memenuhi hasrat dan keinginan kita, tidak lain adalah hal-hal terkait dengan urusan akhirat kita. Untuk mempertegas pentingnya hal tersebut, beliau kemudian membacakan satu hadits:

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ،وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ». رواه الترمذي، صححه الألباني

 Siapa yang hasrat dan keingannya adalah akhirat, maka Allah akan menjadikan kekayaan di dalam hatinya, dikumpulkan baginya sesuatu yang terpisah, dan dunia datang dengan serta merta dengan hina (tanpa usaha besar). Dan siapa yang hasrat dan keingannya adalah dunia, maka Allah akan menjadikan kefakiran di matanya (selalu merasa fakir). Sesuat yang sebenarnya ada di depan mata, namun susah dicapai, dan dunia hanya akan diberikan sesuai apa yang ditakdirkan.

Kedua, beliau mengingatkan kepada kita semua supaya senantiasa membiasakan berdzikir سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ sebanyak 100 kali pada pagi dan sore hari. Karena dzikir tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita meskipun sebanyak buih di lautan. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Saw.

 مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، حُطَّتْ خَطَايَاهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ ). رواه البخاري

Siapa yang mengucapkan (berdzikir): سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sehari seratus kali, maka akan dihapuskan kesalahan-kesalahannya, meskipun seperti buih di lautan.

Ketiga, UTS adalah acara besar bagi Gontor dan UNIDA Gontor. Maka, sudah selazimnya diadakan pengarahan dalam rangka mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya, juga untuk menyamakan persepsi dan memperbaiki niat kita bersama.

Kemudian beliau masuk ke dalam pembahasan akademik dan administrasi secara umum, baik yang terkait dengan dosen maupun mahasiswa.

Selanjutnya adalah sambutan dari Ust Samsirin. Selain menjelaskan dan mengingatkan kembali tentang disiplin selama mengawas, beliau juga menyampaikan kata-kata hikmah, yaitu:

إذا جمع المعلم ثلاثا تمت النعمة بها على المتعلم: الصبر، والتواضع، وحسن الخلق؛ وإذا جمع المتعلم ثلاثا تمت النعمة على المعلم: العقل، الأدب، وحسن الفهم.

Jika seorang pengajar telah memiliki 3 hali ini, maka sempurna lah nikmat bagi muridnya, yaitu: kesabaran, kerendahan hati, dan kebaikan budi pekerti; dan jika seorang murid telah memilik 3 hal ini, maka sempurna lah nikmat bagi pengajarnya: kemampuan berpikir, keber-adab-an, dan kebaikan pemahaman.

Terakhir ditutup dengan suatu pengingat untuk kita semua, yaitu “Tidak ada kemajuan tanpa kedisiplinan, dan tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan.”

Oleh: Al-Ustadz, M Shohibul Mujtaba, M.Ag
Dosen Universitas Darussalam Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *