Rahasia Dibalik Penanggalan Masehi

afi.unida.gontor.ac.id-Penanggalan atau tarikh Masehi adalah penanggalan yang dipakai secara internasional dan oleh kalangan gereja yang dinamakan Anno Domini (AD) yang terhitung sejak kelahiran Nabi Isa AS (Yesus). Penanggalan Masehi adalah sebutan untuk penanggalan tahun yang dipergunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Mulanya penanggalan di kekaisaran Roma ditetapkan berdasarkan berdirinya Kota Roma dan dikenal dengan sistem AUC  (Ab Unde Condita, sejak berdirinya kota).

Atas perintah Kaisar Justinian, seorang Rahib Katolik, Dionisius Exoguus pada tahun 527 M ditugaskan pimpinan Gereja untuk membuat perhitungan tahun dengan titik tolak tahun kelahiran Yesus. Karena itulah, penanggalan ini  menggunakan istilah Masehi (M) dan Sebelum Masehi (SM)yang merujuk pada kelahiran Nabi Isa a.s (Yesus), atau Mesias (Masehi) Kata Masehi (disingkat M) dan Sebelum Masehi (disingkat SM) berasal dari bahasa Arab (المسيح), yang berarti “yang membasuh,” “mengusap” atau “membelai”. Kata ini dalam terjemahan Alkitab bahasa Arab dipakai untuk istilah bahasa Ibrani “Mesiah” atau “Mesias” yang artinya “Yang diurapi”.

            Sistem penanggalan dan perhitungan hari yang digunakan dalam kalender Masehi didasarkan pada ilmu astrologi yaitu ilmu tentang pergerakan benda-benda langit seperti matahari, bulan dan rasi bintang. Astrologi berasal dari Mesapotamia, daratan diantara sungai Tigris dan Eufrat, daerah asal orang Babel kuno (kini Irak Tenggara). Ilmu ini berkembang sejak jaman pemerintahan Babel kuno, kira-kira tahun 2000 SM.

BACA JUGA: PEMBUKAAN MASA PERKULIAHAN TAHUN AJARAN 2020- 2021 UNIDA GONTOR

Sejarah Penggunaan Nama-Nama Bulan

            Sebelum berdiri kerajaan Roma, kalender Romawi kuno cuma punya 10 bulan (304 hari), dengan Maret (March/Mars) sebagai bulan pertama dan Desember (December/Deci) sebagai bulan terakhir.Musim dingin (Januari-Februari) adalah masa pasif, tidak diperhitungkan dalam kalender. Ini berlaku di masa awal berdirinya kerajaan Roma oleh raja Romulus. Berikut asal pengambilan nama-nama bulan dalam kalender masehi:

  1. Januari diambil dari Janus (dewa permulaan dan akhir bangsa Romawi ada yang mengatakan dewa matahari)
  2. Februari diambil dari Februus (dewa kematian dan pemurnian Romawi yang juga menjadi dewa bangsa teruskan. Bulan ini menjadi bulan perayaan ritual pemurniandi Romawi yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan ini)
  3. Maret diambil dari Mars (dewa perang romawi)
  4. April diambil dari Aperire yang artinya membuka.
  5. Mei diambil dari Maia Maiestas (dewi romawi ,dewi kelahiran dan perkembangbiakan keturunan)
  6. Juni diambil dari juno (dewi romawi, istri jupiter (mitologi Juli diambil dari Julius Caesar (diktator romawi)
  7. Agustus diambil dari Agustus (kaisar romawi pertama)
  8. September (September)
  9. October (Oktober)
  10. November (Nopember)
  11. December (Desember)

Lima Bahaya Besar Yang Menjadi Rahasia Di Balik Kalender Masehi

            Adapun lima bahaya besar yang menjadi rahasia di balik kalender masehi. Namanya sajabahaya berstatus rahasia, masih banyak orang yang terjatuh ke dalamnya karena tidak menyadarinya, yaitu:

  • Kalender masehi adalah syi’ar agama nashara (kristiani)
  • Sebagian penamaan bulan-bulan dalam kalender masehi diambil dari nama berhala-berhala romawi dan kaisar-kaisarnya
  • Menggunakan kalender masehi adalah bentuk tasyabbuh terhadap orang kufar
  • Menggunakan kalender masehi dan meninggalkan kalender hijriyyah hakikatnya bentuk penjajahan karakter kaum muslimin
  • Menggunakan kalender masehi dan meninggalkan kalender hijriyyah hakikatnya adalah bentuk perbudakan dan perendahan martabat kaum muslimin

BACA JUGA: AL-GHAZALI, ISLAMISASI DAN FISIKA MODERN

            Wahai Kaum muslimin, sesungguhnya kaum muslimin adalah umat Islam yang memiliki jati diri, memiliki ciri agama, bahasa, kalender/sejarah, dan ibadah yang khas. Umat Islam adalah umat yang memiliki jati diri yang kokoh, maka (umat Islam) wajib tidak menjadi pengekor umat lainnya sebagaimana Allah telah menganugerahkan kepada umat Islam ini agama yang mulia, Allah berfirman,

هُوَ الّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ اْلمُشْرِكُوْنَ

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) ilmu dan amal, untuk dimenangkan-Nya atas segala agama lain, walaupun orang orang musyrikin tidak menyukai” (At-Taubah:33)

            Semoga Allah Ta’ala menjaga umat ini dari terjatuh ke dalam kehinaan dan menjadikan mereka sebagai umat yang berkuasa di muka bumi, taat kepada Rabbnya,di manapun mereka berada. Amin.

Pen: Anita Rachmawati-Mahasiswi Aqidah dan Filsafat Islam 2
Editor: Rahmah Mega A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *