Ilmu Para Filosof

Ilmu Para Filosof

Kajian mingguan Al-Munqidz min Ad-dholal pada senin malam 1/1/2021 membahas dan meneruskan materi sebelumnya mengenai jenis-jenis ilmu yang dipelajari oleh para filosof pada masa penulisan buku tersebut atau tepatnya pada masa Imam Al-Ghozali. Pada minggu sebelumnya, pemateri, Ust Mjtaba telah terlebih dahulu menjelaskan 2 jenis ilmu yang dipelajari para filosof. Yaitu, Riyadhiyah dan Manthiq.

            Pada kajian kali ini beliau membahas sekaligus berdiskusi mengenai 3 ilmu para filsuf. Pertama, ilmu Thobiah atau imu alam. Kajian ilmu ini berkaitan dengan alam sekitar, mulai dari benda-benda langit dan bumi. Seperti, bintang, tumbuhan, hewan, air, api, dan lain sebagainya. dalam hal ini, agama tidak menginkari ataupun mewajibkan para filosof mempelajari ilmu ini. tapi ada satu catatan yang diberikan oleh imam Al-Ghozali, bahwasannya alam ini hidup dan bergerak tidak dengan sendirinya, melainkan seluruhnya tunduk dan patuh akan hukum Allah. Atau dengan kata lain kekuasaan dan hukum Allah lah yang menggerakkan seluruh aktivitas alam ini. oleh karena itu, imam al-Ghozali mengatakan bahwa agama membatasi pembahasan mengenai beberapa hal yang telah dituliskanya pada “Tahafut al-Falasifah”.

            Ilmu yang kedua adalah Ilahiyat atau ilmu ketuhanan. Pembahasan mengenai hal ini tidaklah ringan, karena kemampuan akal manusia dalam mempelajari dan mengkajinya tidaklah cukup. Maka dari itu, banyak ditemui beberapa perbedaan pendapat dari beberapa ulama. Para filsuf muslim seperti al-Farobi dan Ibnu Sina banyak menggunakan metode yang dibuat oleh Aristoteles dalam setiap kajian-kajiannya. Disini, imam al-Ghozali juga memberikan catatan bahwasannya tidak seluruh pengetahuan yang didapat dengan metode Aristoteles tersebut tepat dan sesuai dengan islam, ada 20 hal yang menyimpang dari pandangan islam. Bahkan 3 diantara 20 hal itu perlu untuk dikafirkan pemikirannya. Tiga hal itu mengenai jasad yang kelak tidak akan dibangkitkan, pengetahuan Tuhan yang hanya mencakup hal-hal yang universal, dan pendapat bahwa alam ini qodim dan azali.

            Selain itu, para filosof juga membahas dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan politik, dan inilah ilmu ketiga yang dipelajari para filosof. Ilmu ini banyak membahas hal-hal duniawi seperti kepemimpinan dan tata Negara yang dirujuk atau dikaji dengan menjadikan Al-Qur’an dan sunnnah sebagai sumber pengetahuannya.

            Keempat adalah ilmu Khuluqiyah atau etika. Dalam ilmu ini, para filosof membehas mengenai sifat-sifat jiwa dan akhlaq beserta obat bagi segala masalah atau penyakit jiwa. Berbeda dengan ilmu-ilmu yang sebelumnya, para filosof etika menarik data atau pelajaran dari hikah-hikmah yang diutarakan para sufi sebagai rujukan utama. Sedang dalam proses pengkajiannya, mereka mengambil dan mencampurkan perkataan para sufi dengan pandangan mereka serta hadis-hadis Rosul.

pen : Mawardi Dewantara

One comment

  1. Pingback: Ilmu-Ilmu Para Filosof : Mencari Harta Umat Islam yang Hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *