Family Gathering Ushuluddin : Dosen Yang Mengajarkan Kemudahan, Bukan Yang Menerangkan Kerumitan

afi.unida.gontor.ac.id-Himpunan Mahasiswi Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam kampus Mantingan kembali menggelar acara silaturrahim yang bertajuk Family Gathering Fakultas Ushuluddin. Momen ini diselenggarakan pada hari Ahad, 7 Februari 2021 dihadiri oleh Bapak Dekan Ushuluddin, jajaran Ka-Prodi, segenap dosen, serta seluruh mahasiswi fakultas Ushuluddin kampus Mantingan. Acara yang berlangsung dengan meriah dan hikmat tersebut diawali dengan seni rebana yang dipersembahkan oleh Unida kampus reguler Mantingan.  Acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Dekan Ushuluddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M. Ag. M. M.

Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan beberapa petuah kepada mahasiswi Ushuluddin kampus Mantingan. Ayahanda ( Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M. Ag. M. M.) menerangkan tentang hubungan antara dosen dan mahasiswi. Dosen merupakan seseorang yang mengajarkan kepada mahasiswi agar mampu menciptakan semua profesi.

Merekalah yang mengajarkan mahasiswi tentang kemudahan, juga bukanlah yang menyampaikan tentang kerumitan. Seorang dosen biasa akan memberitahu mahasiswa, dosen yang baik akan menjelaskan, dosen kuno akan memeragakan, dan dosen hebat akan bisa megilhami sang mahasiswa.

BACA JUGA: ILMU PARA FILOSOF : MENCARI HARTA UMAT ISLAM YANG HILANG

“ Dari serangkaian peran dosen tersebut, maka sudah barang tentu setiap mahasiswa wajib berterima kasih kepada dosen mereka,”,  begitu beliau menasehati. Adapun sebab-sebab mahasiswi harus berterimakasi kepada dosen karena dosenlah yang membantu mahasiswi untuk membuka jendela dunia.

Dosen sang pengajar ilmu di mana ilmu merupakan hadiah yang paling berharga dan bernilai. Dosen yang dengan sabar mendidik mahasiswinya tanpa pernah lelah. Dosen juga yang mengajarkan untuk mengingat dan bukan untuk melupakan ilmu. Mereka pulalah yang memberi berjuta pengalaman hidup dan ilmu pengetahuan. Maka tak heran apabila dosen layaknya pahlawan yang tidak menyandang tanda jasa, namun hakikatnya berjasa, hingga tak ada seorangpun yang mampu membalas jasa mereka.

Dan di akhir petuah beliau memberi wejangan bahwa dosen merupakan orang hebat yang bisa melahirkan karya yang bermutu. Namun agar jangan lupa bahwa dosen yang bermutu bisa melahirkan orang hebat.

Sambutan dilanjutkan oleh Wakil Dekan Ushuluddin, Al-Ustadz Asif Trisnani, Lc. M. Ag. Dalam nasihatnya beliau merujuk pada dua kitab fenomenal karya filusuf Muslim. Buku tersebut adalah Al-Hikam, karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari dan Hayy bin Yaqdzan karya Ibnu Thufail. “Tanamkan dirimu dalam bumi yang tersembunyi, karena benih yang tidak ditanam hasilnya tidak akan sempurna”, itulah petikan kitab al-Hikam yang beliau sampaikan. Mahasiswi Unida itu berada dalam keberkahan. Hal tersebut dikarenakan mereka berada di tempat yang baik, maka akan tumbuh menjadi orang yang baik pula. Segala yang dilakukan oleh mereka berbasis pada aqidah, Syariah, hisiyyah, serta akhlak. Sehingga harus pandai-pandai bersyukur menjadi mahasiswi Universitas Darussalam Gontor.

BACA JUGA: PUNAHNYA MANUSIA

Sambutan terakhir disampaikan oleh Al- Ustadz Khasib Amrullah. Beliau menyampaikan tentang akal manusia. Akal pada suatu kondisi dapat dikatakan sebagai qolbu. Ia merupakan pemisah antara dua hal yang bertentangan, seperti baik dan buruk, dan lain sebagainya. Namun ada kalanya akal kehilangan fungsinya, yaitu apabila ia dikalahkan oleh hawa nafsu. Beliau juga mengutip ide Al-Ghazali bahwa akal merupakan benteng yang harus dijaga, yang apabila ia runtuh, makan akan runtuh pula kemanusiaan seseorang. Akal pula salah satu petunjuk. Manusia apabila tidak memiliki akal makai a seperti keledai giling yang hanya berputar pada porosnya tanpa tahu tujuan dari apa yang ia lakukan.

Kemudian acara berlanjut ke pemberian apresiasi kepada mahasiswi dengan IPK tertinggi. Setelah itu, disambung dengan shalat Maghrib berjamaah, makan bersama dan perkumpulan dengan Dosen Pembimbing Akademik masing-masing.

Pen : Megi Nur Afifah (Mahasiswi AFI 4)
Editor : Rahmah Mega A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *