Aqidah dan Filsafat Islam

Masyarakat di Zaman Kebahagiaan

afi.unida.gontor.ac.id – Zaman kebahagiaan adalah zaman dimana umat manusia hidup berdampingan, dalam tempo waktu yang sama dan periode yang sama dengan Baginda Besar Nabi Muhammad SAW. Karena sesungguhnya zaman itu merupakan zaman yang penuh dengan limpahan rahmat serta keberuntungan. Dimana pada saat itu manusia terutama yang berasal dari Arab jahiliyah mendapatkan hidayah atas kebesaran Allah SWT melalui perantara Muhammad. Mereka berbodong-bondong masuk ke agama yang sempurna sejak pertama kali diturunkan. Yang menjadi penyempurna agama-agama yang telah ada sebelumnya yakni Islam.

Karakteristik dari zaman ini adalah zaman yang dimana peradaban mulia mulai dicetuskan oleh para sahabat-sahabat nabi yang merupakan manusia-manusia yang paling mulia akhlaknya, matang ilmunya, kuat ibadahnya dan senantiasa menyebarkan cahaya-cahaya keberkahan ajaran nabi Muhammad ke seantero penjuru dunia. Sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Nabi, yang berbunyi: “Sebaik-baiknya manusia adalah (yang hidup) pada masaku, lalu (yang hidup) pada masa setelahnya, dan (juga, yang hidup) pada masa setelahnya”. (H.R. Bukhari).

Zaman kebahagiaan ini bukanlah era dimana manusia mementingkan segala kemegahan duniawi dan tenggelam didalamnya, mementingkan diri sendiri dan termotivasi untuk mencari harta sebanyak-banyaknya, dan bukan pula era dimana manusia gemar melakukan maksiat dimanapun dia berada. Namun, jauh dari itu semua, kehidupan zaman sahabat justru penuh dengan segala kesulitan, pengorbanan jiwa dan raga, perjuangan tanpa henti, serta banyak perselisihan yang tidak berkesudahan. Tapi, dengan adanya suritauladan yang baik dari Rasulullah SAW yang dilandasi dengan pondasi kokoh al-Qur’an dan nikmat Islam yang melimpah. Keadaan yang sulit itu dapat diatasi sehingga menimbulkan ketentraman, kedamaian dan kebahagiaan dalam diri para pengikutnya

Rasulullah juga dengan segala pengaruh dan suritauladannya telah berhasil merubah kehidupan menjadi semakin membaik dengan dipenuhi keadilan, kebenaran dan akhlak yang mulia, setelah sebelumnya masa-masa itu dipenuhi dengan kedzaliman, kelaliman, kesewenang-wenangan dan segala sesuatu yang jauh dari nilai dan moral kemanusiaan.

Beberapa karakteristik yang perlu diketahui dan diteladani dari masyarakat Islam zaman sahabat  adalah pertama, masyarakat pada zaman itu baik anak-anak maupun yang sudah dewasa saling berlomba untuk bersegera masuk Islam. Jika diintegrasikan dengan keadaan sekarang adalah berlomba-lomba dalam kebaikan untuk memperoleh ridho Allah. Dengan sikap selalu ingin berbuat baik maka secara otomatis juga mempengaruhi kualitas keimanan kita. Kedua, pengorbanan jiwa dan raga di jalan Allah SWT.

Para sahabat tidak pernah merasa keberatan untuk mengorbankan jiwa dan raga demi berjuang di jalan Allah, hal ini tidak terlepas dari keteguhan iman yang menopangnya. Dan yang ketiga, berhijrah dan berjihad karena Iman. Para sahabat senantiasa berhijrah dalam rangka mempertahankan dan mendakwahkan agama Allah ini. Terutama pada saat itu menghindari dari kejahatan dan kedzaliman kafir Qurays. Bahkan mereka rela meninggalkan harta, tahta serta keluarganya untuk menegakkan panji Islam ini.            

Dengan begitu bisa ditarik kesimpulan bahwa sudah seyogyanya kita meneladani dan mencontoh apa-apa yang diperbuat para sahabat. Dengan segala kesulitan yang dihadapinya, mereka tetap borkonsisten dan mampu bangkit  dari keterpurukan serta rela berkorban untuk menyebarkan dan menegakkan panji Islam.

Oleh: Martin Putra Perdana
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor

Atikel Menarik Lainnya:
KEIKHLASAN BEKAL UTAMA SEORANG PEMIMPIN
SIKAP ZUHUD DAN LINGKUNGAN HIDUP
EPISTEMOLOGI EMPIRISME DAVID HUME DALAM PANDANGAN ISLAM
MENDENGAR SUARA TUHAN DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *