Mahasiswi Guru Terapkan ‘Dewasa Dalam Memilih’

Mahasiswi Guru Terapkan ‘Dewasa Dalam Memilih’

afi.gontor.ac.id- Rabu (17/04/2019), Dewasa dalam memilih- Segenap rakyat Indonesia baru saja berpatisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan partai legislative. Begitu pula. para mahasiswi Unida yang juga merupakan Warga Negara Indonesia turut berperan aktif dalam menentukan suaranya di Pemilu kali ini. Karena semua rakyat Indonesia mempunyai hak suara dalam menentukan masa depan bangsa melalui kesempatan untuk memilih pemimpin nasional.

Baca juga : JUM’AT BAROKAH MAHASISWI GURU DENGAN SEMINAR “SUPER FAST MEMORIZING AL-QUR’AN”

Sejak pagi dini hari tadi, dua tempat pemilihan suara (TPS) telah dipadati oleh para mahasiswi guru. Mereka menampakan rasa antusiasnya dalam menentukan pemimpin Indonesia untuk masa yang akan mendatang. Karena, pemimpin merupakan panutan umat yang akan menentukan bangsa dan rakyatnya untuk lima tahun yang akan datang, maka para mahasiswi bersikap teliti, kritis dan tidak apatis dalam menentukan pilihannya. Dewasa dalam memilih.

Pemilu yang diadakan di Gontor memiliki keunikan tersendiri, di tengah-tengah kesibukan ujian tulis, para santriwati tidak luput dalam membaca buku pelajarannya untuk mempersiapkan ujian tulis esok hari, begitu pula dengan para mahasiswi guru yang mengerjakan koreksian pelajarannya sembari menunggu antrian. Begitu hebatnya Gontor dapat menciptakan miliu sedemikian rupa.

Sebelum melaksanakan Pemilu, seluruh Mahasiswi dan warga Darussalam diberikan pengarahan dan sosialisasi untuk menghindari hal-hal yang membuat surat suara menjadi tidak sah. Segenap mahasiswi kembali ditekankan untuk bersikap tegas apabila melihat hal-hal yang bersifat janggal, atau kecurangan yang mungkin saja terjadi, terutama para mahasiwi yang ditunjuk menjadi petugas di TPS.

Baca juga : IDENTITAS MAHASANTRI DAN DEMOKRASI DI PEMILU 2019

Berikut tips mencoblos Pemilu 17 April 2019 ala Gontor :

  • Sholat Tahajud/ Sholat Istikharah agar diberi pemimpin dan wakil rakyat yang adil dan amanah
  • Menulis calon presiden/partai politik, atau wakil rakyat yang akan dipilih sebelum berangkat ke TPS
  • Datang ke TPS dengan berpakaian rapid dan sopan
  • Membwa surat undangan yang dibagiikan oleh panitia pemungutan suara/KPU
  • Mengantri sesuai urutan
  • Lihat kartu suara yang yang akan dicoblos sudah ditanda tangani oleh KPPS atau belum
  • Buka kartu suara dan periksa di depan PPS, pastikan surat suara belum tercoblos
  • Mulai mencoblos dari kartu abu-abu yaitu untuk memilih presiden, lalu DPRD Pusat, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan DPD
  • Bila dalam mencoblos tidak mengenal wakil rakyat yang akan dipilih maka coblos partai politik yang berasaskan islam. Bukan partai yang hanya memanfaatkan partai umat islam. Surat suara akan tetap sah apabila yang dicoblos hanya partainya saja.
  • Memasukan ke kotak suara yang sudah tersedia
  • Celupkan salah satu jari ke dalam tinta yang telah disediakan oleh pantia.
  • Tidak membuat gaduh berupa yel-yel atau nyanyian kelompok tertentu

Pemilu berjalan lancar, tertib, dan jujur. Karena, kedewasaan dalam berpolitik merupakan tanggung jawab bersama yang harus diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat juga para mahasiswi.

Reporter : Rahmah Mega A.

One comment

  1. Pingback: Patah Tumbuh Hilang Berganti, DEMA gelar pemilihan ketua baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *