Memahami Makna Radikalisme bersama INSISTS

Memahami Makna Radikalisme bersama INSISTS

Ahad, 8 Desember 2019 – Rombongan peserta Studi Pengayaan Lapangan Fakultas Ushuluddin UNIDA kampus 4 Kediri, melanjutkan kegiatan SPL  di hari ke 2 kunjungan mereka ke Jakarta, di Kantor Pusat Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSIST), disana para peserta disambut hangat oleh para staff INSIST, dan para pesertapun dipersilahkan untuk menikmati beberapa buku bacaan karya tulis dari Asatidz yg tergambung dalam organisasi tersebut antara lain, Direktur utama INSIST Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, Dr. Syamsuddien Arief dan beberapa asatidz lain.

baca juga LANDASAN PEMIKIRAN AGAMA BAHA’I

  Selain dimanjakan dengan banyaknya buku yg berkualitas disana, para peserta juga mendengarkan Penjelasan Singkat tentang latar belakang terbentuknya INSIST, mulai dri munculnya dan beberapa peran INSIST dalam menanggapi isu-isu pemikiran kontemporer dari  Ust. Yudha Ari Karya dan Ust. Sam’un yang merupakan staf kantor pusat INSIST.  Dan para peserta juga diberikan kesempatan untuk bertanya seputar Radikalisme,Sekularisme,Liberalisme dan solusi INSIST untuk sakralisasi fakultas ushuluddin diantaranya dengan peran mahasiswa yang tidak hanya belajar di kelas, menghadiri absensi, dll, tetapi banyak hal-hal yang harus dilakukan oleh para mahasiswa seperti belajar, membaca buku, dan menata hati. Penjelasan selanjutnya tentang peran INSIST dalam memerangi Radikalisme, menurut INSIST yang menjadi masalah bukanlah Radikalisme tetapi Ekstrimisme, karna prespektif mereka tentang Radikalisme telah salah, Radikal menurut mereka adalah para Ekstrimis yang disertai dengan Kriminalisme, padahal pemahaman Radikalisme yang benar adalah memahami sesuatu sampai ke akar-akarnya tanpa ada kriminalisme sedikitpun. Adapun penjelasan penjelasan lain yang disampaikan oleh narasumber mengenai Sekularisme dan Liberalisme agama di Nusantara.

suasana diskusi mengkaji radikalisme dan ekstrimisme

baca juga Radikalisme atau Ekstrimisme?

Seperti biasa setelah kita memahami lebih dalam tentang Sekularisme, Liberalisme, dan Radikalisme di INSISTS kita akhirnya dapat mengambil kesimpulan tentang pemahaman-pemahaman tersebut sehingga kita tidak akan terjerumus ke dalam pemahaman tadi kelak saat kita keluar dan mengabdi kepada masyarakat luar. Karena dunia luar sangatlah berbahaya jika kita belum siap menghadapinya. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke objek selanjutnya yaitu Tarekat Idrissiyah.

Pen : Alfian fadhilah
Ihdi wahyudi
Mahasiswa Semester 6 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam

One comment

  1. Pingback: Kunjungi Majlis Agama, Mahasiswa Ushuluddin mendapat Fakta Menarik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *