Pertandingan Futsal di UNIDA Bak Lomba Futsal Berkancah Internasional

Pertandingan Futsal di UNIDA Bak Lomba Futsal Berkancah Internasional

Pada sore dan malam hari, yang bertepatan pada tanggal 23-26 Desember telah diadakan sebuah perhelatan lomba futsal antar konsulat se-UNIDA, pertandingan futsal tersebut diadakan di lapangan depan gedung Markaz Shiroh Nabawiyah dan diselenggarakan oleh panitia dari Mahasantri Boys, Mahasantri Boys merupakan organisasi para supporter pendukung tim sepakbola UNIDA FC. Layaknya perlombaan futsal tingkat Internasional, para peserta lomba futsal ini terdiri dari berbagai perwakilan daerah yang berada di Indonesia bahkan luar negri, kurang lebih ada 20 konsulat yang mengirimkan putra terbaik mereka untuk mengikuti perlombaan futsal antar konsulat ini, diantaranya adalah konsulat Madiun, Banyumas, Borneo, Bandung, Aceh, SUMALIA (Sulawesi Maluku dan Irian Jaya), Luar Negeri, dan lain sebagainya.

Seperti pertandingan futsal pada umumnya, setiap tim terdiri dari 5 orang, tetapi bukan berarti hanya ada 10 orang yang mengikuti perlombaan futsal tersebut, karena selain para pemain futsal, ada supporter dari masing-masing konsulat yang selalu siap setia mendukung konsulat tercinta mereka bertanding, dengan bermodalkan alat musik perkusi seadanya, para supporter melantunkan yel-yel terbaik mereka guna menyemangati para pemain yang sedang bertanding.

Dengan menerapkan sistem gugur, perlombaan futsal antar konsulat berlangsung dengan sengit, turut juga komentator yang mengiringi perlombaan dengan mengomentari jalannya pertandingan dengan semangat yang menggebu-gebu, dan puncak final pun dihelat pada malam hari kamis tanggal 26 Desember yang mempertemukan antara konsulat Riau dan konsulat SUMALIA, pertandingan berlangsung dengan alot, jual beli serangan pun terjadi dan setelah pertandingan yang berjalan selama 2×10 menit, akhirnya konsulat Riau lah yang keluar sebagai juara dengan skor yang tipis yaitu 1-0.

Dan tujuan dari pertandingan futsal antar konsulat ini tentunya untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah antara berbagai konsulat di Unida, dan seperti yang sering KH. Hasan Abdullah Sahal ucapkan dalam setiap pembukaan event olahraga di gontor, “ar- riyadhotu litahdzibi an-nufuus laa lijam’i al-ku’uus” yang artinya “olahraga itu untuk mengasah raga kita, bukan hanya sekedar untuk mengumpulkan piala, dan sudahlah menjadi hal yang lumrah jika dalam suatu pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah.

Jadi apabila salah satu dari pembaca yang budiman termasuk dari salah satu konsulat yang belum diberi kesempatan untuk menang, maka janganlah berkecil hati, dan bagi konsulat yang diberi kesempatan untuk menjadi juara, janganlah berbesar kepala, karena seperti apa yang sering diucapkan oleh ustadz hasan diatas, tujuan utama dari sebuah perlombaan itu bukanlah menang atau kalah, tetapi tujuan utamanya adalah untuk mengasah raga kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Pen. Fiqhi Akbar Rafsanjani

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *