Studi Akademik; Kunjungan Mahasiswa Prodi AFI ke Kediaman Drs. Farid Mustofa

Studi Akademik; Kunjungan Mahasiswa Prodi AFI ke Kediaman Drs. Farid Mustofa

afi.unida.gontor.ac.id – Yogyakarta, Rabu (29/01/2020) Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam melakukan kunjungan ke kediaman Drs. Farid Mustofa, S.Ag. M.Hum. beliau juga merupakan salah satu dosen Fakultas Filsafat di Universitas Gajah Mada (UGM).

Agenda kegiatan dari yang sudah di jadwalkan pukul 08.00, maka pemberangkatan dari tempat penginapan pukul 07.00-an dengan lama perjalanan diperkirakan sekitar 45 menit. Tiba di kediaman beliau pada pukul 08.00 lebih karena terhalang macetnya kota Yogya dan lain sebagainya.

Tema yang di angkat pada studi tokoh kali ini cukup menarik; “Filsafat Agama; Religious Experiment”, yang memang beliau memfokuskan pokok kajiannya pada bidang tersebut.

Materi ini juga diajarkan pada Prodi AFI, tapi untuk semester dua yang sekarang belum. Maka dengan kegiatan studi tokoh yang banyak membahas tentang filsafat agama, akan memberikan stimulus pandangan bagaimana pengalaman religius yang dimaksudkan tersebut.

Kuliah filsafat agama yang dibawakan beliau sangatlah mudah untuk dipahami, karena disamping materi yang begitu rumit. Beliau mampu memahamkan kepada teman-teman yang baru semester dua ini dengan cara menganalogikannya dengan sesuatu yang mudah dicerna serta diselingi cerita-cerita yang menarik.

Beliau juga berpesan “Untuk kalian yang masih semester dua, banyak-banyaklah membaca, namun jangan lupa sertakan Allah di dalamnya (Bismillah)”.

Lebih dalam, beliau menjelaskan tentang apa dan maksud dari pengalaman religius itu; “pengalaman religius, pengalaman menghadirkan Allah dalam Ibadah”. Begitulah paparnya singkat.

Sedangkan yang dimaksud dengan filsafat agama beliau menjelaskan; “kajian filosof atas agama, sehingga dapat memberikan penjelasan yang rasional (dapat diterima akal) terhadap agama tersebut”.

“ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang mengalami pengalaman beragama; salah satunya ialah dengan problem (masalah) yang sering kali dihadapi oleh setiap orang”.

Penjelasan beliau di analogikan begini; ketika seseorang mengalami masalah, maka ia tidak dapat berdiri secara individual. Ia akan sangat membutuhkan peran Tuhan dalam masalahnya. Ketika ia sudah pasrahkan dirinya terhadap kepercayaan Tuhan dalam masalahnya, secara tidak langsung ia akan mengalami pengalaman dalam beragama.

Pengalaman beragama sendiri banyak yang tidak menyadari. Artinya, setiap orang memang memiliki potensi dalam pengalaman beragama, tapi tidak semua orang mengerti dan setiap orang akan mengalami pengalaman yang berbeda.

Pemaparan yang disampaikan beliau cukup memberikan pesan dan kesan pemahaman terhadap pengalaman beragama.

Setelah sekian lama beliau memaparkan materinya dibukalah sesi dialog atau tanya jawab. Pada sesi ini para mahasiswa sangatlah aktif bertanya, bahkan hampir semua mahasiswa bertanya dari rasa penasaran mereka akan pemaparan yang beliau sampaikan.

Di sesi akhir, para mahasiswa menyempatkan melakukan perfotoan bersama di kediaman beliau.
rep. Muhammad
Editor: Joko Kurniawan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *